KaltimKukar

Ketua DPRD Kukar Dorong Budaya Jadi Energi Pembangunan

Rapat Paripurna DPRD Kukar memperingati Hari Jadi ke-244 Kota Tenggarong (Foto: Editorialkaltim)

Editorialkaltim.com – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Ahmad Yani mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan kekayaan budaya Tenggarong sebagai kekuatan dalam mendorong pembangunan daerah. Pelestarian budaya dinilai tidak cukup sebatas kegiatan seremonial.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Yani saat memimpin Rapat Paripurna DPRD Kukar memperingati Hari Jadi ke-244 Kota Tenggarong, Senin (28/9/2026), di Ruang Sidang Utama DPRD Kukar.

Ahmad Yani mengatakan momentum hari jadi harus menjadi pengingat pentingnya menjaga bahasa daerah, adat istiadat, serta nilai budaya yang telah menjadi identitas masyarakat Tenggarong.

“Peringatan hari jadi ini hendaknya menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya bahasa daerah, adat istiadat dan nilai-nilai budaya agar mendapat tempat dalam kebijakan publik,” ujar Ahmad Yani.

Baca  Dispar Kukar Dukung Mahasiswa Gelar Etam Begenjoh di Malang, Ajang Promosi Budaya Kukar ke Kancah Nasional

Dalam paripurna tersebut, Yani turut mengulas perjalanan panjang Tenggarong yang dahulu dikenal dengan nama Tangga Arung. Penetapan 28 September sebagai Hari Jadi Kota Tenggarong mengacu Surat Keputusan Bupati Kutai Nomor THP.276/E-1/PEM-134/1972.

Menurutnya, perjalanan sejarah Kutai Kartanegara, mulai Kerajaan Kutai Ing Martadipura hingga berkembang menjadi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, memiliki peran besar dalam membentuk identitas masyarakat Tenggarong.

Yani juga menyinggung peran Prof. Dr. H. Syaukani HR dalam menghidupkan kembali budaya kesultanan dan memperkuat kelembagaan Keraton Kutai Kartanegara di bawah kepemimpinan Sultan H. Aji Muhammad Salehoeddin II.

Baca  DPRD Kaltim Usul Aturan ZIS Naik Kelas Jadi Pergub

Memasuki usia ke-244, Yani menilai tema “Manunggal Raja Bersama Rakyatnya, Raja Menjamu Rakyatnya” menggambarkan kedekatan antara pemimpin dan masyarakat. Semangat tersebut diharapkan tercermin dalam pelayanan publik serta pembangunan daerah.

Ia menekankan tradisi Erau bersama berbagai identitas budaya masyarakat Kukar perlu terus dijaga dengan dukungan pemerintah dan masyarakat. Kebudayaan, menurutnya, dapat menjadi energi sosial yang memperkuat pembangunan jika mendapat ruang dalam kebijakan daerah.

Baca  Firnadi Ikhsan Giatkan Dialog Rakyat di Kutai Kartanegara untuk Pembangunan Desa

Rapat paripurna tersebut dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Adji Muhammad Arifin, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati Rendi Solihin, unsur pimpinan DPRD, Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Agenda juga diisi Tari Datun Julut Kreasi dari Sanggar Tari Bangen Tawai, Desa Ritan, Kecamatan Tabang, serta rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi ke-244 Kota Tenggarong. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button