KaltimKukar

ISBI Kaltim Terima 53 Mahasiswa Baru

Suasana saat pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Institut Seni Budaya Indonesia Kalimantan Timur (ISBI Kaltim). (Foto: Editorialkaltim/Ridho)

Editorialkaltim.com – Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kalimantan Timur (Kaltim) menerima 53 mahasiswa baru tahun akademik 2026. Jumlah tersebut dinilai belum ideal sehingga kampus terus mendorong minat generasi muda Kaltim melanjutkan pendidikan di bidang seni dan budaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor ISBI Kaltim Rina Martiara mengatakan, penerimaan mahasiswa baru tahun ini masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi sosialisasi dan minat calon mahasiswa.

Menurut Rina, jumlah pendaftar sebelumnya mencapai sekitar 89 orang. Namun, jumlah tersebut berkurang hingga akhirnya tercatat 53 mahasiswa baru.

“Jadi memang harus dibuat anak-anak Kalimantan Timur itu harus semangat. Ini yang mengajar dari ISI Yogyakarta. Biasanya kalau mau daftar di ISI Yogyakarta agak sulit, di sini tempatnya,” ujar Rina, Selasa (8/9/2026).

Baca  DPRD Kukar Soroti Alih Fungsi Lahan, Urgensi Regulasi Perlindungan Lahan Pertanian

Rina menjelaskan, ISBI Kaltim memiliki mekanisme penerimaan mahasiswa secara mandiri. Kampus tersebut belum menggunakan jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Dalam proses penerimaan, sejumlah program studi juga menerapkan penilaian portofolio, khususnya untuk bidang yang berkaitan dengan seni dan olahraga.

Ia menyebut masa pendaftaran bahkan sempat diperpanjang hingga dua pekan untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada calon mahasiswa. Namun, jumlah pendaftar masih dinilai belum mencukupi.

“Biasanya kami sebar-sebar kapan penerimaannya, itu sampai diundur sampai dua minggu pendaftarannya, tetap kurang,” ujarnya.

ISBI Kaltim saat ini memiliki empat program studi jenjang sarjana (S-1), yakni Tari, Etnomusikologi, Film dan Televisi, serta Kriya.

Keempat program studi tersebut menjadi fokus pengembangan kampus. Rencana pembukaan program studi baru, seperti Desain Interior, masih akan dipertimbangkan setelah empat program studi yang tersedia semakin berkembang.

Baca  Pj Gubernur Kaltim Janji Atasi Masalah Transportasi SLBN Kutai Barat

“Program unggulan? Semua unggulan. Semua unggul. Sebenarnya mau minta ada Desain Interior, nanti dululah. Empat ini dulu kita kembangkan,” jelasnya.

Rina juga menyoroti keberadaan mahasiswa penyandang disabilitas di ISBI Kaltim. Saat ini terdapat sembilan mahasiswa penyandang disabilitas yang menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan inklusif.

Ia berharap keberadaan ISBI Kaltim dapat membuka kesempatan bagi masyarakat memperoleh pendidikan seni tanpa harus meninggalkan daerah.

Terlebih, mahasiswa berpeluang memperoleh dukungan pembiayaan pendidikan dari Pemerintah Provinsi Kaltim selama delapan semester.

“Kasih kuliah, dibayarin sama Pemprov delapan semester. Jadi memang ini kesempatan,” tuturnya.

Kepada mahasiswa baru, Rina berpesan agar tidak ragu menjalani pendidikan di ISBI Kaltim. Menurutnya, pendidikan tidak semata-mata bertujuan menghasilkan lulusan yang bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) atau menduduki jabatan tertentu.

Baca  Perbaikan Infrastruktur Jalan Jadi Aspirasi Utama Warga Tani Aman Samarinda

Ia menilai pendidikan berperan penting dalam mengubah pola pikir sekaligus meningkatkan kemampuan seseorang menghadapi dunia kerja dan kehidupan sosial.

“Kamu adalah orang-orang terpilih untuk mengikuti kuliah di ISBI Kalimantan Timur. Jadi jangan merasa ragu terus berjuang,” kata Rina.

“Karena sebenarnya pendidikan itu untuk mengubah mindset. Pendidikan tidak harus nanti jadi petinggi daerah atau jadi apa, tetapi untuk mengubah mindset kita,” pungkasnya. (dhn/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button