BontangKaltim

DKP3 Bontang Kenalkan Pertanian Sejak Dini Lewat Smart Tani

Sekretaris DKP3 Bontang Debora Kristiani (Foto: Editorialkaltim/Lia)

Editorialkaltim.com – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Bontang mendorong edukasi pangan dan pertanian sejak usia sekolah melalui program Smart Tani Go To School.

Sekretaris DKP3 Bontang Debora Kristiani mengatakan, Smart Tani Go To School merupakan satu dari tiga segmen program Bessai Berinta yang diluncurkan sekitar satu tahun lalu.

“Bessai Berinta itu ada tiga segmen. Untuk pemanfaatan pekarangan rumah ibadah namanya Gempar Da, pemanfaatan pekarangan rumah tangga Gembira Pak RT, kemudian untuk sekolah namanya Smart Tani Go To School,” ujarnya, Senin (7/9/2026).

Baca  Fraksi Golkar Kukar Sampaikan Pandangan Umum Nota Keuangan Rancangan Perda APBD 2025

Menurut Debora, Smart Tani Go To School mulai dikembangkan di sejumlah sekolah di Bontang. Sejumlah sekolah juga telah mengajukan diri menjadi lokasi pengembangan program tersebut.

Program ini tidak sekadar mengajarkan siswa bercocok tanam, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai proses menghasilkan pangan. Melalui pengalaman tersebut, siswa diharapkan lebih menghargai makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

“Harapannya anak-anak dari kecil sudah belajar tentang pertanian sehingga menghargai pangan. Mereka tahu susahnya menanam dan tahu prosesnya,” jelasnya.

Debora menyebut tiga sekolah menjadi proyek percontohan Smart Tani Go To School, yakni SD 002 Bontang Barat, SD 009 Bontang Utara, dan SD 005 Bontang Selatan. Para siswa telah mempraktikkan budi daya kangkung hingga memanfaatkan hasil panen untuk dikonsumsi maupun dijual di lingkungan sekolah.

Baca  Muhuran dan Sabintulung Ditetapkan KLH Sebagai Desa Konservasi Pesut Mahakam

“Kangkung paling gampang karena cepat. Mereka dijual di lingkungan situ, guru-gurunya. Kadang malah dimasak bersama untuk makan-makan,” katanya.

Kegiatan tersebut sekaligus mengenalkan kebiasaan mengonsumsi sayuran kepada siswa. Pengalaman menanam hingga memanen diharapkan membuat mereka memahami usaha dan proses yang diperlukan untuk menghasilkan pangan.

Debora menambahkan, Smart Tani Go To School dilaksanakan secara mandiri tanpa bergantung pada anggaran khusus. DKP3 menyediakan benih yang disemai terlebih dahulu sebelum dibagikan untuk dikembangkan di sekolah.

Baca  Polemik Dua Perusahaan Air, Pihak Swasta Serahkan Pilihan pada Masyarakat Bukuan

“Smart Tani Go To School itu mandiri, tidak pakai anggaran. Kita cuma beli sendiri benihnya, kemudian dibibit, setelah tumbuh baru dibagi,” pungkasnya. (lia/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button