KaltimKukar

Husni Fahruddin Ingatkan Kader Golkar Jaga Kearifan Lokal dan Bijak Bermedia

Sekretaris DPD Partai Golkar, Muhammad Husni Fahruddin saat menyampaikan sambutannya. (Foto: Editorialkaltim/Ridho)

Editorialkaltim.com – Sekretaris DPD Partai Golkar Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Husni Fahruddin, mengingatkan kader partai untuk menjaga kearifan lokal sekaligus bijak menggunakan media di tengah keberagaman masyarakat.

Menurut Husni, heterogenitas masyarakat Kaltim merupakan kekuatan yang harus dirawat dengan menghormati nilai, budaya, dan sejarah daerah. Ia menilai hubungan antarsuku yang terjalin sejak masa Kesultanan Kutai Kartanegara menjadi salah satu contoh dalam menjaga keharmonisan masyarakat.

Husni mencontohkan hubungan historis antara masyarakat Bugis dan Kesultanan Kutai Kartanegara yang memiliki kedekatan emosional. Ia menyebut kisah Sumpah Latonji sebagai salah satu bagian dari sejarah hubungan tersebut.

“Romantisisme kita, heterogenitas kita tetap kemudian menjaga kearifan lokal, mengedepankan kearifan lokal,” ujar Husni.

Baca  Kaltim Juara Umum MTQN XXX, Dominasi dengan 579 Poin!

Ia menekankan, masyarakat yang tinggal di suatu daerah perlu menghormati dan menyesuaikan diri dengan nilai-nilai lokal. Sikap tersebut dinilai penting untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

“Kalau Bapak Ibu ada di Tanah Kutai, maka jadilah orang Kutai. Kalau kemudian Anda mengikuti pola ini, insyaallah keberkahan kita akan diridai oleh Allah SWT,” ujarnya.

Selain kearifan lokal, Husni mengingatkan kader Partai Golkar agar tidak meremehkan kekuatan media. Menurutnya, perkembangan media, terutama media sosial, berpengaruh besar terhadap pembentukan opini publik dan respons lembaga pemerintahan.

Ia bahkan menyebut media sebagai kekuatan yang dalam praktiknya turut memengaruhi tiga cabang kekuasaan negara.

Baca  HUT ke-79 RI, DPRD Kukar Komitmen Bersinergi Membangun Bangsa

“Saya kalau sampaikan kepada kawan-kawan saya politisi, trias politika itu tidak ada lagi. Yang ada tetrapolitika: yudikatif, eksekutif, legislatif, ditambah yang satu lagi adalah media,” jelasnya.

Husni menilai informasi yang tersebar luas dapat memengaruhi persepsi masyarakat hingga mendorong lembaga negara merespons suatu persoalan. Karena itu, kader politik harus mampu menyampaikan informasi yang benar dan tidak mudah terprovokasi informasi di media sosial.

“Jangan pernah meremehkan kekuatan media. Yang menentukan media dan instrumen di dalamnya, misalnya jurnalis dan lain sebagainya, penulis dan lain sebagainya,” katanya.

Menurut Husni, kader partai politik memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Ia menilai politik tetap menjadi instrumen penting dalam menentukan arah kebijakan.

Baca  Belajar Irigasi di Pinrang, Wabup Kutim Tinjau Bendungan Belanda

“Yang bisa merubah itu adalah kader-kader partai politik. Karena politik itu yang merubah sebuah kebijakan,” tuturnya.

Ia juga meminta kader tidak sekadar menjadi pendukung pemerintah, tetapi tetap kritis dengan memberikan masukan konstruktif ketika terdapat kebijakan yang dinilai kurang tepat.

“Kalau Bapak Aulia benar, dukung. Tapi kalau Bapak Aulia tidak benar, berikan saran secara konstruktif,” pungkasnya. (dhn/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button