KaltimSamarinda

Sepi Pengunjung, Tenant Lembuswana Usul CFN Pindah ke Mal

Suasana salah satu tenant di Mall Lembuswana Samarinda (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Pemilik tenant di Mall Lembuswana berharap biaya sewa bisa kembali diturunkan setelah pengelolaan pusat perbelanjaan tersebut beralih ke Perusahaan Daerah Pemprov Kaltim Melati Bhakti Satya (MBS). Penurunan sewa dinilai penting di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

Staf manajer salah satu tenant di Mall Lembuswana, Bandi, mengatakan tempat usahanya telah beroperasi sekitar 20 tahun. Ia menyebut ada perubahan biaya sewa sejak pengelola baru mengambil alih.

Biaya sewa yang sebelumnya berada di kisaran Rp50 juta, kata Bandi, kini sudah mengalami penurunan. Namun, penurunan tersebut dinilai belum signifikan.

“Ya, perubahan harga ada turun dikit ada,” katanya.

Bandi mengatakan pihak tenant sebelumnya telah mengajukan penurunan biaya sewa yang lebih besar. Namun, usulan tersebut belum mendapat persetujuan manajemen.

Baca  DLH Samarinda Sebut Raperda Limbah B3 Masih Perlu Banyak Perbaikan

“Kalau bisa tuh signifikan turun banyak kalau bisa,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini belum ada insentif khusus bagi tenant. Kendati demikian, ia mengakui sudah terdapat pengurangan biaya sewa dibandingkan masa pengelolaan sebelumnya.

“Kalau insentif sih enggak. Kalau pengurangan mungkin ada,” jelasnya.

Bandi memastikan tenant yang dikelolanya tetap memilih bertahan di Mall Lembuswana. Salah satu pertimbangannya ialah kerja sama yang telah terjalin dengan BPJS.

“Ya, mau enggak mau soalnya kita ada kerja sama dengan BPJS ya, kita lanjut tetap lanjut lah,” katanya.

Baca  Dedy Okto Nooryanto Resmi Jabat Ketua DPRD Berau

Selain biaya sewa, Bandi menyoroti fasilitas mal yang dinilainya belum mengalami perubahan signifikan setelah pergantian pengelola. Pendingin ruangan atau AC dan eskalator menjadi dua fasilitas yang menurutnya perlu mendapat perhatian.

“Fasilitasnya yang kurang dari yang pengelola mal lama ke yang baru ini belum signifikan sih. Soal AC lah, soal eskalator dan lain-lainnya. Biasanya dua sih sebenarnya eskalator, AC,” ungkapnya.

Ia kembali berharap manajemen baru mempertimbangkan penurunan biaya sewa secara lebih signifikan. Beban operasional yang lebih ringan dinilai dapat membantu tenant bertahan di tengah kondisi perekonomian saat ini.

“Ya, saya kalau bisa tuh signifikan turun banyak kalau bisa,” harapnya.

Baca  Penguatan Bahasa Indonesia Jadi Fokus di Ibu Kota Nusantara

Tak hanya soal sewa, Bandi juga mengusulkan inovasi untuk mendongkrak kunjungan ke Mall Lembuswana. Salah satunya dengan memindahkan kegiatan Car Free Night (CFN) yang selama ini digelar di kawasan Jalan GOR Segiri ke area Mall Lembuswana.

Menurutnya, pemindahan CFN berpotensi menarik lebih banyak pengunjung sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi di kawasan mal.

“Yang car free night malam gitu loh. Yang bikin macet kota itu. Kan bisa toh dialihkan ke sini,” pungkasnya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button