KaltimPenajam Paser Utara

Gambut 4,13 Hektare di Penajam Terbakar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan gambut di RT 06, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam (Foto: Editorialkaltim/Cinta)

Editorialkaltim.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan gambut di RT 06, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Sekitar 4,13 hektare lahan terdampak kebakaran.

Peristiwa itu diketahui warga Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 17.08 Wita. Kepulan asap dan kobaran api terlihat muncul dari area lahan kosong yang ditumbuhi semak belukar dan pepohonan.

Cuaca panas ditambah hembusan angin cukup kencang membuat api berpotensi merambat ke area sekitar. Terlebih, lokasi yang terbakar merupakan kawasan lahan gambut.

Petugas bergerak melakukan penanganan setelah menerima laporan kebakaran. Api akhirnya berhasil dipadamkan dan dicegah agar tidak merembet lebih luas.

Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kapolsek Penajam AKP Syaifudin mengatakan kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan di tengah kondisi cuaca panas yang dapat memperbesar risiko karhutla.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Jangan melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena api dapat dengan cepat merambat,” ujar Syaifudin.

Masyarakat juga diminta segera menghubungi petugas apabila melihat kemunculan titik api maupun kepulan asap. Laporan sejak dini dinilai penting agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.

“Apabila menemukan titik api atau kepulan asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujarnya.

Hingga kini, penyebab kebakaran lahan gambut tersebut belum diketahui secara pasti. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber dan penyebab munculnya api. (ta/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button