KaltimSamarinda

Keluarga Jadi Benteng Cegah Narkoba

Ketua MUI Kaltim Muhammad Rasyid memberikan Sambutan dalam pembukaan Talkshow Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur (Kaltim) (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur menilai ketahanan keluarga menjadi benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan generasi muda. Penguatan moral, agama, hingga kondisi ekonomi keluarga dinilai perlu berjalan beriringan.

Ketua MUI Kaltim Muhammad Rasyid mengatakan persoalan narkoba tidak bisa dilepaskan dari kondisi keluarga. Menurutnya, keluarga yang kuat dapat membantu melindungi anak dari pengaruh lingkungan yang buruk.

“Persoalan yang kita hadapi sebagai bangsa cukup banyak. Ketahanan keluarga itu bagaimana moral dan agamanya terpelihara dan ekonominya terjamin. Dua hal ini menjadi fokus,” ujarnya saat Talkshow Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) MUI Kaltim di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Sabtu (8/8/2026).

Rasyid mengatakan MUI melalui berbagai komisi dan lembaga terus berupaya merespons persoalan yang dihadapi masyarakat. Sinergi dengan pemerintah juga dinilai penting dalam menangani berbagai persoalan sosial.

“Kita berbicara umat secara keseluruhan. MUI sebagai Khadimul Ummah bergandengan dengan pemerintah. Kalau pemerintahnya tidak dibantu, maka semuanya akan merasakan dampaknya,” katanya.

Ia juga menyinggung target Indonesia Emas 2045. Menurutnya, waktu sekitar 19 tahun menuju 2045 harus dimanfaatkan untuk mempersiapkan generasi yang sehat, kuat, dan berkarakter.

“Saya melihat tema dan targetnya 19 tahun ke depan, Indonesia Emas 2045. Pasang kuda-kuda, harus bekerja keras. Yakinlah tidak ada pekerjaan yang tidak dibalas Allah,” ungkapnya.

Rasyid menilai upaya melawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba tidak cukup mengandalkan penindakan. Pencegahan juga perlu dilakukan secara terorganisasi dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, dan keluarga.

“Narkoba punya organisasi yang banyak. Orang yang terlibat di dalamnya ada uangnya, makanya bosnya kaya. Orang kaya punya wibawa dan bisa memengaruhi orang lain,” katanya.

Menurut Rasyid, kondisi keluarga yang tidak harmonis serta tekanan ekonomi dapat menjadi faktor yang membuat seseorang lebih rentan terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

“Karena itu kita harus lawan melalui jalur ketahanan keluarga dan kemampuan ekonomi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Ganas Annar MUI Kaltim Abnan Pancasilawati menyoroti penyalahgunaan narkoba yang dinilai telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga masa depan generasi muda.

“Begitu masifnya penyalahgunaan narkoba. Tidak sedikit generasi muda yang akhirnya putus sekolah. Lingkaran narkoba ini merusak sendi-sendi kehidupan,” ujarnya.

Abnan mengatakan keluarga memiliki peran besar dalam pembentukan karakter anak. Keluarga menjadi lingkungan pertama bagi anak untuk memperoleh pendidikan moral, agama, dan nilai kehidupan.

Perhatian orang tua juga dinilai penting untuk membentengi anak dari berbagai pengaruh buruk. Abnan secara khusus menekankan peran dan doa ibu dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

“Yang paling utama adalah doa seorang ibu untuk anaknya,” katanya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button