BontangKaltim

Komisi C DPRD Bontang Nilai Sampah Bisa Jadi Sumber Pendapatan Daerah

Anggota Komisi C DPRD Bontang Bonnie Sukardi (Foto: Editorialkaltim/Lia)

Editorialkaltim.com – Anggota Komisi C DPRD Bontang Bonnie Sukardi menilai sampah tidak semata menjadi persoalan lingkungan. Jika dikelola secara tepat, sampah memiliki nilai ekonomi dan berpotensi menjadi sumber pendapatan daerah.

Hal itu disampaikan Bonnie usai mengikuti forum Asosiasi Dewan Kota Seluruh Indonesia yang membahas pengelolaan sampah perkotaan. Menurutnya, sejumlah daerah telah berhasil mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.

Salah satu daerah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Kebumen. Daerah tersebut dinilai mampu mengembangkan sistem pengelolaan sampah modern yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA).

Baca  Rudy Mas’ud-KDM Siapkan Lumbung Padi untuk IKN di Kaltim

Bonnie mengatakan sejumlah daerah kini tidak lagi hanya mengandalkan pembuangan sampah ke TPA melalui metode sanitary landfill. Sampah mulai diolah menjadi bahan bakar alternatif maupun bahan baku bernilai jual yang dapat dimanfaatkan sektor industri.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian ialah fasilitas pengolahan sampah yang memungkinkan limbah diubah menjadi material bernilai guna. Menurut Bonnie, konsep tersebut membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk memperoleh manfaat ganda, yakni mengurangi volume sampah sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru.

“Yang menarik, sampah tidak hanya selesai di tempat pembuangan akhir. Ada proses pengolahan yang membuatnya memiliki nilai ekonomi dan bisa dimanfaatkan kembali oleh industri maupun sektor lainnya,” ujarnya.

Baca  Alasan DPRD Bontang Gagas Raperda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

Bonnie menilai keberhasilan sejumlah daerah menunjukkan sampah tidak selalu menjadi beban jika dikelola dengan pendekatan tepat dan didukung inovasi teknologi.

Ia mengatakan konsep serupa layak dikaji Pemerintah Kota Bontang. Terlebih, keterbatasan kapasitas TPA membutuhkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

“Kalau volume sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan, tentu umur layanan TPA akan lebih panjang. Ini yang perlu mulai dipikirkan sebagai solusi jangka panjang,” katanya.

Politikus PKB itu mendorong Dinas Lingkungan Hidup mempelajari berbagai model pengelolaan sampah yang telah terbukti berhasil di daerah lain untuk disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Bontang.

Baca  Sekda Kaltim Dorong Kolaborasi Ketahanan Pangan

Selain memberikan manfaat lingkungan, Bonnie menilai pengembangan industri pengolahan sampah dapat membuka peluang ekonomi baru, menciptakan nilai tambah, serta memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

“Kami berharap ada kajian yang lebih mendalam. Jangan sampai sampah hanya dipandang sebagai masalah, padahal di dalamnya ada peluang yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah,” tutupnya. (lia/ndi/adv)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button