KaltimPenajam Paser Utara

BPBD PPU Temukan Bekas Pembakaran Lahan di Lokasi Hotspot

Pengecekan titik-titik api. (Pusdalops PPU)

Editorialkaltim.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menemukan jejak pembukaan lahan menggunakan metode pembakaran saat mengecek tiga titik panas atau hotspot di Kecamatan Penajam.

Pemeriksaan lapangan atau ground check dilakukan Selasa (7/7/2026), di Kecamatan Penajam. Langkah tersebut menindaklanjuti hasil pemantauan BMKG Balikpapan melalui satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20 yang mendeteksi titik panas selama 5 hingga 6 Juli 2026.

Kepala Pelaksana BPBD PPU Nurlaila mengatakan, dua hotspot terdeteksi berdekatan di kawasan perkebunan Kelurahan Nipah-Nipah. Hasil pemeriksaan menemukan bekas aktivitas pembukaan lahan menggunakan metode pembakaran.

Baca  3.168 Mahasiswa UNMUL Kembali dari KKN, Rayakan Pencapaian Smart Village di Kaltim

“Tim menemukan bekas pembukaan lahan menggunakan metode pembakaran dengan luas sekitar 0,5 hektare di kawasan perkebunan Kelurahan Nipah-Nipah tersebut,” kata Nurlaila.

Lahan terdampak kebakaran didominasi semak belukar dan pepohonan. Meski demikian, api sudah padam ketika petugas tiba. Tim juga tidak menemukan kepulan asap maupun titik api aktif di sekitar lokasi.

“Saat petugas tiba dan melakukan pemeriksaan lapangan, kondisi lokasi sudah padam serta tidak ditemukan asap maupun titik api aktif lagi,” ujarnya.

BPBD PPU selanjutnya memeriksa satu hotspot lain yang sebelumnya terdeteksi di wilayah Kelurahan Gunung Seteleng. Hasil verifikasi menunjukkan titik panas tersebut berada di area perkebunan RT 02, Kelurahan Nenang.

Baca  Syahrudin M Noor Dorong Optimalisasi Serapan SDM Lokal dalam Pembangunan IKN

Petugas menemukan tumpukan semak dan pepohonan bekas terbakar. Material tersebut diduga berasal dari aktivitas pembukaan lahan secara terbatas dengan luas sekitar 60 meter persegi atau 0,006 hektare.

“Kami hanya menemukan sisa material pembakaran berupa semak dan pepohonan, sedangkan kebakaran aktif sudah tidak ditemukan lagi di lokasi tersebut,” imbuhnya.

BPBD PPU mencatat akses menuju lokasi hotspot di kawasan Nipah-Nipah dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Berbeda dengan titik di Kelurahan Nenang, petugas harus berjalan kaki sekitar 600 meter dari lokasi terakhir yang masih dapat dijangkau kendaraan.

Baca  Pj Bupati PPU Makmur Marbun Kunjungi TPS Pilkades, Tekankan Pentingnya Pemilihan yang Demokratis

Nurlaila memastikan pemantauan hotspot dan pemeriksaan lapangan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, terutama memasuki musim kemarau.

“Kami terus memantau perkembangan hotspot dan mengecek lapangan guna memastikan potensi kebakaran tidak berkembang semakin luas serta mengancam kawasan lainnya,” tutupnya.(tin/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button