Jalan Nenang-Babulu Rusak Parah, PUPR PPU Tagih Aksi Balai Nasional

Editorialkaltim.com – Kerusakan parah di ruas Jalan Nasional Nenang-Babulu kembali menjadi sorotan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendesak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) segera turun tangan memperbaiki jalan yang dipenuhi lubang tersebut.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR PPU, Petriandy Passulu, menegaskan ruas Penajam-Kademan, termasuk jalur Nenang-Babulu, merupakan aset jalan nasional. Karena itu, pemerintah kabupaten tidak memiliki kewenangan untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.
“Jalan dari Nenang sampai Babulu itu masuk ruas Penajam-Kademan yang menjadi kewenangan pusat melalui Balai Jalan Nasional. Kabupaten tidak memiliki kewenangan melakukan perbaikan di situ. Kami hanya punya tanggung jawab moral karena melihat kondisinya memang banyak lubang,” kata Petriandy.
Ia menjelaskan, jika pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk melakukan overlay di ruas tersebut, biaya yang dibutuhkan sangat besar. Padahal, anggaran PUPR seharusnya diprioritaskan untuk menangani jalan yang menjadi kewenangan kabupaten.
“Kalau kami melakukan overlay secara keseluruhan tentu membutuhkan anggaran yang besar. Padahal seharusnya kami fokus memperbaiki ruas jalan kabupaten,” ujarnya.
Meski terbatas kewenangan, Pemkab PPU mengaku tidak tinggal diam. PUPR bersama Bupati PPU telah beberapa kali mengirimkan surat resmi kepada BBPJN agar perbaikan ruas Nenang-Babulu segera direalisasikan.
Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak balai, penanganan tahun ini masih dipusatkan di ruas Petung. Sementara perbaikan ruas Nenang direncanakan dilakukan melalui pekerjaan overlay pada tahun depan.
“Dari pihak balai menyampaikan tahun ini fokus di Petung. Untuk Nenang mereka sudah merencanakan overlay tahun depan. Kami tentu akan menagih komitmen itu karena surat kami sudah mereka terima,” tegasnya.
Tak hanya itu, PUPR PPU juga kembali melayangkan surat untuk meminta kepastian jadwal pelaksanaan proyek di Petung. Sebab hingga kini pekerjaan tersebut belum juga dimulai.
“Walaupun pekerjaannya belum berjalan, kami sudah kembali menyurati mereka untuk menanyakan kapan pelaksanaannya. Informasi terakhir, Petung ditargetkan selesai tahun ini karena mereka menyelesaikan pekerjaan secara bertahap di sepanjang ruas Penajam-Kademan,” jelasnya.
Petriandy menambahkan, ruas jalan tersebut sebelumnya sempat diperlebar oleh Pemkab PPU sebelum akhirnya dioverlay pemerintah pusat. Namun, tingginya volume kendaraan membuat kondisi jalan kembali rusak dan dipenuhi lubang.
“Sudah cukup lama sejak terakhir dioverlay. Melihat kondisi sekarang yang kembali rusak, kami terus berupaya mendorong agar Balai Jalan Nasional segera melakukan penanganan,” pungkasnya. (tin/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



