KaltimPenajam Paser Utara

Bupati PPU Minta Petani dan Nelayan Bawa Pulang Inovasi di PENAS KTNA

Pemberangkatan kontingen KTNA PPU (Foto: Editorialkaltim/Agustina)

Editorialkaltim.com – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor melepas kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten PPU yang akan mengikuti Pekan Nasional (PENAS) KTNA XVII di Gorontalo, 20-25 Juli 2026. Mudyat berpesan agar para peserta tidak sekadar hadir, tetapi membawa pulang ilmu, teknologi, dan inovasi untuk memajukan sektor pangan di daerah.

Pelepasan kontingen berlangsung di Sekretariat KTNA Kabupaten PPU, Senin (15/6/2026). Sebelum keberangkatan, Mudyat berdialog langsung dengan para petani dan nelayan yang akan mewakili daerah dalam ajang nasional tersebut.

Menurutnya, PENAS KTNA menjadi momentum penting bagi petani dan nelayan untuk memperluas wawasan sekaligus bertukar pengalaman dengan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Baca  Pemkab Paser Fasilitasi Polres dan Kodim dengan 33 Kendaraan Double Gardan

“Ajang ini merupakan kesempatan emas untuk menambah ilmu dan pengalaman di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan. Jangan sampai ada kesempatan yang terlewat. Tunjukkan bahwa petani dan nelayan PPU mampu berinovasi dan memiliki daya saing,” ujar Mudyat.

Ia menilai sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Karena itu, berbagai peluang pengembangan harus dimanfaatkan seiring meningkatnya perhatian pemerintah pusat terhadap ketahanan pangan nasional.

Mudyat meminta seluruh peserta aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan selama PENAS berlangsung, mulai dari seminar, diskusi, hingga pameran dan perlombaan yang berkaitan dengan pengembangan sektor pertanian dan perikanan.

“Sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan memiliki peluang yang sangat besar. Mulai 2027 kita ingin mengoptimalkan potensi tersebut agar sejalan dengan program pemerintah pusat yang juga memberikan perhatian besar terhadap sektor ini,” katanya.

Baca  Jukir Liar Jadi Ancaman Kriminal, DPRD Samarinda Desak Tindakan Tegas

Lebih lanjut, ia menegaskan tantangan terbesar yang dihadapi daerah saat ini adalah meningkatkan produktivitas sekaligus memaksimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang tersedia.

“Ke depan tantangan sekaligus peluang bagi kita adalah bagaimana mengoptimalkan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Selain meningkatkan nilai ekonomi, hal ini juga dapat memberdayakan berbagai potensi daerah yang kita miliki, khususnya dengan luasnya area pertanian di PPU,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Rombongan Kontingen KTNA PPU Wahab mengatakan PENAS KTNA XVII menjadi kesempatan berharga untuk mempelajari berbagai inovasi dan teknologi yang telah diterapkan petani maupun nelayan di daerah lain.

Baca  Kukar Bidik Ekonomi Non-Tambang, Bupati Dorong Ekspor Produk Desa

“Selain mengikuti berbagai inovasi pertanian, kami juga dapat belajar dari pengalaman petani di luar Kalimantan sehingga ilmu tersebut dapat diterapkan dan dikembangkan di Kabupaten PPU,” kata Wahab.

Melalui keikutsertaan dalam PENAS KTNA XVII, kontingen PPU diharapkan mampu membawa pulang pengetahuan baru yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Benuo Taka.(tin/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button