KaltimSamarinda

Kontribusi BUMD Samarinda ke PAD Belum Merata

Perumda Tirta Kencana (Foto; Humas Perumdam Tirta Kencana)

Editorialkaltim.com – DPRD Kota Samarinda menyoroti kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai masih belum merata. Dari tiga perusahaan daerah yang dimiliki Pemerintah Kota Samarinda, hanya Perumda Tirta Kencana yang dinilai mampu memberikan sumbangan signifikan dan konsisten bagi kas daerah.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda Iswandi mengatakan Perumda Tirta Kencana menjadi BUMD dengan kinerja terbaik dalam mendongkrak PAD. Bahkan, realisasi setoran perusahaan air minum tersebut melampaui target yang telah ditetapkan.

“Kalau dari sisi penyumbang PAD, Perumda sudah oke. Dari target tahun 2025 sebesar Rp12 miliar, dia bisa realisasikan sampai Rp17 miliar,” kata Iswandi, Kamis (11/6/2026).

Baca  Komisi IV Ungkap Peningkatan Kasus Kekerasan Anak di Samarinda dan Langkah Pencegahannya

Menurutnya, capaian itu menunjukkan pengelolaan Perumda Tirta Kencana berjalan cukup baik. Selain mampu memenuhi target, perusahaan tersebut juga dinilai memiliki manajemen yang stabil sehingga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.

Namun, kondisi berbeda terlihat di Perumda Varia Niaga. DPRD menilai kontribusi perusahaan itu masih belum sebanding dengan penyertaan modal yang telah dikucurkan pemerintah daerah selama ini.

“Katanya tahun ini menyumbang sekitar Rp500 juta. Tapi kalau kita kaitkan dengan penyertaan modal Rp10 miliar, itu seperti tidak ada perkembangan,” ujarnya.

Iswandi menilai hasil yang diperoleh Varia Niaga masih jauh dari ekspektasi. Bahkan, menurutnya, keuntungan yang diterima daerah tidak jauh berbeda jika dana penyertaan modal tersebut hanya ditempatkan dalam instrumen deposito.

Baca  Pulau Kumala Meredup, Ketua DPRD Kukar Desak Rombak Total

Karena itu, DPRD meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap model bisnis dan strategi pengelolaan perusahaan agar mampu menghasilkan keuntungan yang lebih optimal.

Sementara itu, BPR Samarinda disebut mulai menunjukkan perbaikan setelah sebelumnya menghadapi persoalan tingginya kredit macet yang berdampak terhadap kesehatan perusahaan.

“Kalau BPR sebelumnya tidak sehat karena banyak kredit macet. Tapi dalam tiga tahun terakhir, NPL-nya sudah menurun dan sekarang kondisinya mulai membaik,” jelasnya.

Baca  Wali Kota Samarinda Minta Transparansi Pokir DPRD Kaltim Dapil Samarinda

Meski mulai membaik, DPRD tetap berharap BPR Samarinda dapat meningkatkan kinerjanya sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD. Menurut Iswandi, seluruh BUMD harus dikelola secara profesional dan mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.

DPRD Samarinda juga memastikan akan terus melakukan pengawasan terhadap kinerja perusahaan daerah. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap penyertaan modal yang diberikan pemerintah dapat menghasilkan keuntungan yang sepadan dan berdampak langsung bagi masyarakat. (sal/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button