KaltimPenajam Paser Utara

30 Penerima Beasiswa Pertamina Ukir Prestasi

Para penerima Beasiswa Pertamina. (Foto: Humas PHI)

Editorialkaltim.com – Di tengah kesibukan mengejar prestasi akademik, puluhan mahasiswa penerima Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan (BSBK) ternyata tak hanya fokus mengejar nilai di ruang kuliah. Mereka juga aktif mengembangkan program sosial, lingkungan, hingga mengharumkan nama daerah di berbagai ajang nasional.

Sebanyak 30 mahasiswa penerima beasiswa yang didukung PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) berhasil mempertahankan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,0 selama masa studi. Tak sedikit di antara mereka yang juga terlibat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan di Kalimantan.

Para penerima beasiswa berasal dari Universitas Mulawarman, Institut Teknologi Kalimantan, Universitas Lambung Mangkurat, serta Universitas Borneo Tarakan. Mereka merupakan mahasiswa berprestasi dari keluarga prasejahtera yang tinggal di sekitar wilayah operasi perusahaan di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.

Baca  Polres dan TNI Gelar Patroli Gabungan Jelang Pilkada Mahakam Ulu

Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan membantu mahasiswa menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang mampu memberi dampak positif bagi masyarakat.

“Melalui BSBK, kami ingin membuka lebih banyak peluang bagi putra-putri Kalimantan untuk mengakses pendidikan tinggi, mengembangkan potensi diri, dan tumbuh menjadi talenta unggul yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa,” ujarnya.

Selain bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup, para penerima beasiswa mendapatkan pelatihan kepemimpinan, pengembangan kapasitas diri, hingga kesempatan mengikuti berbagai program keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Zahratul Sa’diyah, mahasiswa Manajemen Universitas Mulawarman yang sukses meraih IPK 3,75. Beasiswa yang diterimanya tak hanya membantu biaya pendidikan, tetapi juga membuka ruang untuk mengembangkan kemampuan organisasi dan kepemimpinan.

Baca  Kampung Kayu Indah di Berau Raih Peringkat III Desa Teladan Nasional

Perempuan yang akrab disapa Zahra itu bahkan berhasil mewakili Kalimantan Timur pada cabang olahraga jujitsu di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2025. Di bidang akademik, ia juga aktif mengikuti kompetisi business plan tingkat nasional.

Tak berhenti di situ, Zahra kini mengembangkan program eco enzyme berbasis masyarakat. Melalui program tersebut, limbah organik rumah tangga diolah menjadi cairan multifungsi yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, pembersih alami, hingga pengurai limbah.

“Saya berharap dapat menggerakkan kelompok ibu-ibu untuk mengembangkan program eco enzyme. Selain mengurangi limbah rumah tangga, kegiatan ini juga berpotensi menggerakkan ekonomi sirkuler di lingkungan tempat tinggal saya di Samarinda,” katanya.

Baca  DPRD Samarinda Rancang Sejumlah Perda Baru di Tahun 2025

Cerita serupa datang dari Abdi Chafarid Amir, mahasiswa Teknik Kimia Universitas Mulawarman asal Muara Badak yang berhasil mencatatkan IPK 3,84. Baginya, program beasiswa menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus terlibat langsung dalam aksi pelestarian lingkungan.

Keterlibatannya dalam program konservasi mangrove menjadi pengalaman yang paling berkesan. Dari kegiatan tersebut, ia memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir yang memiliki peran besar bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.(tin/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button