KaltimSamarinda

9 Perguruan Tinggi Terlibat dalam KKN Kolaborasi Kaltim

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim Puguh Harjanto (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi 2026 di Kalimantan Timur bakal melibatkan sembilan perguruan tinggi dengan total sekitar 5.325 mahasiswa. Ribuan mahasiswa tersebut akan diterjunkan ke 841 desa yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.

Program tersebut digagas sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan desa. Para peserta nantinya ditempatkan di desa mandiri, desa maju, desa berkembang hingga desa tertinggal.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Puguh Harjanto mengatakan pelaksanaan KKN Kolaborasi 2026 berbeda dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini, pelaksanaan KKN dilakukan secara serentak dengan melibatkan sembilan perguruan tinggi.

Baca  Gelar Soswabang, Encik Wardani Soroti Pentingnya Bhineka Tunggal Ika

“Kemarin kita mencoba cross cutting dengan seluruh OPD dan sepertinya program ini sangat memungkinkan untuk disinergikan bersama. Jadi mahasiswa nanti tidak hanya turun melaksanakan KKN, tetapi juga membantu mendukung program-program pembangunan desa,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam launching KKN Kolaborasi 2026 di Kantor DPMPD Kaltim, Rabu (13/5/2026).

Adapun perguruan tinggi yang terlibat yakni Universitas Mulawarman dengan sekitar 4.000 peserta, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda sebanyak 1.000 peserta, Universitas Widya Gama Mahakam 50 peserta, Universitas Mulia 30 peserta, Institut Teknologi Kalimantan 30 peserta, Universitas Kutai Kartanegara 100 peserta, Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur 50 peserta, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur 35 peserta, serta Institut Teknologi Kesehatan Wiyata Husada sebanyak 30 peserta.

Baca  Keluarga Korban Apresiasi Bantuan dari Pemkot Samarinda

KKN Kolaborasi 2026 mengusung dua tema utama, yakni tema umum dan tema unggulan. Berdasarkan timeline pelaksanaan, penetapan desa sasaran dilakukan pada Maret-April 2026, kemudian dilanjutkan dengan pendaftaran peserta pada April-Mei.

Selanjutnya, mahasiswa akan mengikuti pembekalan berbasis kebijakan desa pada Mei-Juni sebelum diterjunkan ke lapangan pada Juli-Agustus 2026. Pada periode yang sama, DPMPD Kaltim juga akan melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program.

Hasil pelaksanaan KKN nantinya akan diintegrasikan ke dalam program pembangunan desa melalui tahapan diseminasi.

Baca  Komisi III DPRD PPU Minta Coastal Road Jangan Mangkrak

Dalam skema pelaksanaannya, satu kelompok KKN akan melibatkan satu hingga tiga perguruan tinggi. Setiap kelompok terdiri dari enam hingga tujuh mahasiswa Universitas Mulawarman yang dipadukan dengan mahasiswa dari kampus lain.

Skema tersebut diterapkan untuk mendorong kolaborasi lintas kampus agar berjalan efektif dan seimbang. Selain itu, pola tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antarmahasiswa dalam mendukung pembangunan desa di Kalimantan Timur.(adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button