
Editorialkaltim.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kalimantan Timur meluncurkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi 2026 di Kantor DPMPD Kaltim, Samarinda, Rabu (13/5/2026). Program ini melibatkan sembilan perguruan tinggi di Kaltim dengan total sekitar 5.325 mahasiswa.
Peluncuran program tersebut dihadiri perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), kepala desa, hingga perwakilan perguruan tinggi di Kalimantan Timur. KKN Kolaborasi 2026 mengusung semangat pembangunan desa berbasis kolaborasi lintas sektor.
Kepala DPMPD Kaltim, Puguh Harjanto, mengatakan program tersebut lahir dari hasil evaluasi pelaksanaan KKN sebelumnya. Tahun ini, pendekatan yang dilakukan berbeda karena melibatkan banyak pihak, mulai dari OPD, perguruan tinggi, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Alhamdulillah tahun ini ada sembilan kampus yang bergabung melaksanakan KKN Kolaborasi. Kita mencoba mengangkat tema besar pembangunan desa,” ujarnya.
Adapun sembilan perguruan tinggi yang terlibat yakni Institut Teknologi Kalimantan, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Universitas Widya Gama Mahakam, Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Universitas Mulia, Universitas Kutai Kartanegara, ITKES Wiyata Husada Samarinda, serta Universitas Mulawarman.
Selain perguruan tinggi, sejumlah pemangku kepentingan juga turut dilibatkan, seperti asosiasi desa sawit, Bangkalimtara, kelompok kerja mangrove, dan berbagai instansi terkait lainnya. Menurut Puguh, desa sebagai unit pemerintahan terkecil memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional, sejalan dengan Asta Cita Presiden yang menitikberatkan pembangunan dimulai dari desa.
Ia menilai masih banyak desa yang menghadapi berbagai persoalan, mulai dari penguatan sumber daya manusia, pengelolaan potensi lokal, akses informasi, hingga inovasi pembangunan.
“Desa-desa ini masih banyak mengalami kendala dalam pemantapan SDM, pengelolaan potensi lokal, akses informasi, serta inovasi pembangunan. Permasalahan multidimensi ini tentu tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu pendekatan,” katanya.
Melalui program KKN Kolaborasi, mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu akan diterjunkan langsung ke desa-desa di Kalimantan Timur. Mereka akan membantu menyelesaikan persoalan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, teknologi, ekonomi, hingga lingkungan.
Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pembangunan desa melalui intervensi lintas sektor sekaligus memperkuat jejaring antara mahasiswa, dosen, pemerintah desa, dan masyarakat.
Puguh menambahkan, program tersebut tidak hanya memberi manfaat bagi desa, tetapi juga bagi mahasiswa dan perguruan tinggi. Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu secara langsung di lapangan, sementara perguruan tinggi dapat memperkuat pelaksanaan tridarma.
“Harapan kita setiap desa fokus KKN nantinya akan melahirkan inovasi baru yang berdampak positif bagi pembangunan desa,” ucapnya.
Ia juga menyebut KKN Kolaborasi tingkat provinsi tersebut menjadi salah satu program pertama di Indonesia dan telah mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
“Sepertinya program ini program yang pertama kali ada di Indonesia untuk lingkup provinsi,” tutupnya.(adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



