
Editorialkaltim.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda mewanti-wanti potensi lonjakan penduduk imbas pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Untuk mengantisipasi hal itu, proyeksi kependudukan hingga 2035 telah disiapkan sebagai dasar perencanaan.
Kepala BPS Samarinda, Supriyanto, mengatakan data proyeksi tersebut dapat diakses publik melalui laman resmi BPS. Menurutnya, proyeksi ini menjadi rujukan penting dalam membaca arah pertumbuhan penduduk ke depan.
“Proyeksi penduduk sampai tahun 2035 sudah kita siapkan. Nanti bisa dilihat di website BPS Kota Samarinda,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, proyeksi tersebut disusun berdasarkan hasil sensus penduduk yang dilakukan setiap 10 tahun. Data itu kemudian diperbarui melalui survei lanjutan seperti Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas).
“Kita melakukan sensus setiap 10 tahun, lalu di antaranya ada survei seperti Susenas dan Sakernas untuk melihat tren migrasi, fertilitas, dan kondisi penduduk,” jelasnya.
Supriyanto menegaskan, kehadiran Ibu Kota Nusantara akan menjadi faktor penarik masuknya penduduk ke Kalimantan Timur. Kondisi itu dinilai berpotensi memicu lonjakan jumlah penduduk, khususnya di daerah penyangga seperti Samarinda.
“Pembangunan IKN ini akan menjadi magnet yang menarik penduduk masuk ke Kalimantan Timur. Ini harus masuk dalam perhitungan data kita untuk mengantisipasi dampaknya,” tegasnya.(sal/ndi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



