
Editorialkaltim.com – Sebanyak 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Samarinda dihentikan sementara operasionalnya. Kondisi ini memicu perhatian publik, terutama terkait dampaknya terhadap layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih, menegaskan bahwa keputusan penghentian tersebut bukan berada di bawah kewenangan pemerintah daerah. Ia menyebut, kebijakan sepenuhnya menjadi otoritas Badan Gizi Nasional.
“Penghentian operasional SPPG itu bukan kewenangan daerah, melainkan sepenuhnya ada di BGN sebagai penanggung jawab utama program tersebut,” ujarnya, Kamis (9/4/2026), di Samarinda.
Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan hanya berperan dalam melakukan pengawasan, khususnya terkait aspek kesehatan lingkungan dan keamanan pangan. Sementara keputusan operasional tetap berada di tingkat pusat.
Dari informasi yang diterima, salah satu faktor yang menjadi perhatian dalam penghentian tersebut adalah persoalan instalasi pembuangan air limbah (IPAL). Namun, Ismed menegaskan bahwa hal itu merupakan ranah Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Kalau menyangkut IPAL, itu menjadi kewenangan DLH, sedangkan kami fokus pada pengawasan sanitasi dan aspek kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut pengawasan yang dilakukan Dinas Kesehatan mencakup higienitas makanan, keamanan konsumsi, hingga penanganan jika terjadi kejadian luar biasa seperti keracunan.
“Pengawasan kami meliputi kebersihan, keamanan pangan, serta penanganan cepat jika terjadi kasus kesehatan seperti keracunan di lapangan,” tegasnya.
Terkait kelanjutan operasional SPPG, Ismed meminta masyarakat menunggu penjelasan resmi dari BGN sebagai pihak yang memiliki kewenangan penuh terhadap program tersebut.
Pemerintah Kota Samarinda sendiri memastikan tetap menjalankan fungsi pengawasan sesuai tugas masing-masing perangkat daerah. Meski demikian, keputusan strategis tetap berada di tangan pemerintah pusat.
Penghentian sementara ini diharapkan tidak berlangsung lama, sehingga layanan pemenuhan gizi kepada masyarakat dapat kembali berjalan optimal dengan tetap memperhatikan standar keamanan dan kelayakan operasional.(sal/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



