Bos BGN Sebut Anak Putus Sekolah Karena Orangtua Tak Mampu Beri Jajan

Editorialkaltim.com – Pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana soal penyebab anak putus sekolah di Indonesia kembali viral di media sosial. Pernyataan tersebut ramai diperbincangkan warganet pada Senin (2/2/2026).
Pernyataan itu diketahui disampaikan Dadan Hindayana saat menjadi narasumber dalam wawancara di kanal YouTube milik Helmy Yahya pada Agustus 2025 lalu. Potongan wawancara tersebut kembali mencuat dan menuai beragam respons publik.
Dalam wawancara tersebut, Dadan mengungkapkan hasil analisis terbaru yang menunjukkan penyebab anak putus sekolah tidak lagi didominasi oleh mahalnya biaya pendidikan. Ia menegaskan, sebagian besar pendidikan di Indonesia saat ini sudah digratiskan, terutama di sekolah negeri.
Menurut Dadan, persoalan justru terletak pada kemampuan ekonomi keluarga dalam memenuhi kebutuhan harian anak saat bersekolah, khususnya uang jajan. Faktor inilah yang dinilai menjadi pemicu utama anak berhenti sekolah.
“Ada hasil analisis yang cukup menarik terkait dengan apakah pendidikan gratis atau makanan bergizi, dari hasil analisi itu, ini terbaru ni, anak muda yang sangat concern apa sih yang menyebabkan anak putus sekolah,” kata Dadan Hindayana dikutip dari YouTube Helmy Yahya, Senin (2/2/2026).
“Kan pendidikan kita sudah gratis ya, sebagian besar kecuali sekolah-sekolah swasta yang terkenal kan, dan ternyata yang membuat anak putus sekolah karena kemampuan memberi jajan uang harian kepada anak, itu yang menyebabkan banyak putus sekolah,” tambahnya.
Dadan menilai temuan tersebut menunjukkan adanya keterkaitan erat antara kondisi ekonomi keluarga, pemenuhan gizi anak, dan keberlangsungan pendidikan. Uang jajan yang terlihat sepele justru menjadi beban berat bagi keluarga kurang mampu.
Ia pun menyoroti pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai solusi konkret untuk menekan angka putus sekolah. Dengan adanya program tersebut, anak tidak lagi bergantung pada bekal atau uang jajan harian dari orangtua.
“Jadi hadirnya MBG menyelamatkan mereka, jadi mereka sekarang kalau ke sekolah tidak membutuhkan bekal karena sudah disiapkan di sekolah, atau yang dikasih uang jajan sedikit bisa ditabung juga makannya sudah ada di sekolah,” pungkas Dadan Hindayana.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



