Nasional

Menkes Ungkap Makin Banyak Anak Muda Depresi, Kondisinya Mengkhawatirkan

Ilustrasi depresi (Foto: Freepik)

Editorialkaltim.com – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyoroti meningkatnya kasus depresi dan kecemasan pada anak muda di Indonesia. Berdasarkan hasil skrining nasional, kondisi kesehatan mental kelompok usia anak dan remaja dinilai semakin mengkhawatirkan.

Budi mengungkapkan, temuan tersebut berasal dari Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kini mulai memasukkan skrining kesehatan jiwa. Dari sekitar 27 juta penduduk yang telah menjalani pemeriksaan, proporsi gejala depresi dan kecemasan paling banyak ditemukan pada anak usia sekolah dan remaja.

Baca  Per September 2023, 9.052 Situs Pemerintahan Disisipi Konten Perjudian

“Angkanya jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok usia dewasa. Anak-anak dan remaja ini bisa sampai sekitar lima kali lipat,” kata Budi saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Senin (19/1/2026) di lihat dari YouTube DPR.

Ia menjelaskan, lebih dari 4 persen hasil skrining pada kelompok anak dan remaja menunjukkan indikasi depresi maupun kecemasan. Sementara pada kelompok dewasa dan lansia, angkanya tercatat di bawah 1 persen.

Baca  Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-16 dan U-19 2024, Berlangsung di Solo dan Surabaya

Menurut Budi, rendahnya angka pada kelompok dewasa bukan berarti masalah kesehatan mental tidak ada. Selama ini, pemerintah belum memiliki sistem skrining yang mampu memetakan kondisi kesehatan jiwa masyarakat secara luas.

“Kalau tidak pernah dicek, kita tidak tahu. Sekarang setelah diskrining, baru kelihatan masalahnya besar,” ujarnya.

Sebagai respons atas temuan tersebut, Kementerian Kesehatan mulai menyiapkan layanan kesehatan jiwa di Puskesmas. Layanan ini mencakup edukasi, konseling psikologis, hingga terapi dan pemberian obat bagi kasus tertentu.

Baca  NU dan Muhammadiyah Dorong Pilpres Kondusif dan Adil: Menang Jangan Jumawa, Kalah Legawa

Budi menegaskan, deteksi dini menjadi kunci penanganan masalah kesehatan mental, terutama pada anak muda. Selain lebih efektif, penanganan sejak awal dinilai jauh lebih efisien dibandingkan ketika gangguan sudah berkembang ke tahap berat.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button