KaltimPenajam Paser Utara

50 Suspek TBC Ditemukan di Penajam

Lokakarya Mini Lintas Sektor Pemkab PPU. (Foto: Humas Polres PPU)

Editorialkaltim.com – Sebanyak 50 warga di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), tercatat sebagai suspek atau terduga Tuberkulosis (TBC) hingga pertengahan 2026. Temuan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah yang kini mendorong penguatan deteksi dini dan penanganan melalui kolaborasi lintas sektor.

Upaya tersebut dibahas dalam Pertemuan Lokakarya Mini Lintas Sektor yang digelar di Kecamatan Penajam, Rabu (10/6/2026). Kegiatan itu melibatkan unsur pemerintah, tenaga kesehatan, aparat keamanan, kader kesehatan, hingga perwakilan masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan PPU dr Lukasiwan Eddy Saputro mengatakan TBC masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat karena penularannya terjadi melalui udara saat penderita batuk, bersin, maupun berbicara.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu takut menjalani pemeriksaan karena penyakit tersebut dapat disembuhkan apabila pengobatan dilakukan secara rutin dan tuntas.

Baca  DPRD Samarinda Apresiasi Penghargaan Kota Terbaik dalam Kinerja Total Fiskal Sedang

“TBC dapat disembuhkan, tetapi pengobatan harus dijalani secara teratur hingga selesai. Karena itu masyarakat tidak perlu takut atau malu memeriksakan diri jika mengalami gejala yang mengarah pada TBC,” katanya.

Lukasiwan juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah awal mendeteksi penyakit lebih dini sebelum berkembang menjadi lebih serius.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala UPT Puskesmas Penajam Saryono menegaskan pengendalian TBC tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan. Menurutnya, dukungan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan angka penularan.

“Penanganan TBC membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, baik pemerintah, tenaga kesehatan, maupun masyarakat agar proses deteksi dan pengobatan dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Baca  DPRD Kaltim Cek Langsung Proyek Sekolah di PPU dan Paser

Dalam pemaparan teknis, Kasi Penanganan Penyakit Menular UPT Puskesmas Penajam Mulyadi menjelaskan sejumlah gejala TBC yang perlu diwaspadai, seperti batuk berdahak lebih dari dua minggu, sesak napas, demam berkepanjangan, keringat malam, penurunan nafsu makan, hingga berat badan yang terus menurun.

Ia menjelaskan TBC tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lain yang dikenal sebagai TBC ekstra paru.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum tersebut, terdapat sekitar 50 suspek TBC di Kecamatan Penajam yang masih memerlukan pemeriksaan lanjutan serta pendampingan selama masa pengobatan.

Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kapolsek Penajam AKP Syaifuddin menegaskan dukungan kepolisian dalam upaya pencegahan dan pengendalian TBC di wilayah tersebut.

Baca  Ikuti Sosialisasi MPP Digital, Sekda PPU Soroti Pentingnya Sinergi Lintas Daerah

“Penyakit ini merupakan tanggung jawab bersama sehingga diperlukan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, aparat keamanan, dan masyarakat. Melalui deteksi dini dan pengobatan yang tuntas, angka penyebaran TBC dapat ditekan,” kata Syaifuddin.

Pemkab PPU berharap sinergi lintas sektor yang terus diperkuat mampu mempercepat target eliminasi TBC sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.(tin/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button