KaltimSamarinda

Warga Loa Janan Ilir Resah, Kabel Listrik Melintang di Atap Rumah

Kabel Listrik Melintang di Atap Rumah Warga RT 04 Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda (Foto: Editorialkaltim/Salman)

Editorialkaltim.com – Warga RT 04 Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, mengeluhkan kondisi jaringan listrik yang dinilai membahayakan keselamatan. Aduan yang telah disampaikan kepada PLN sejak sekitar satu tahun lalu disebut belum membuahkan hasil.

Ketua RT 04 Simpang Tiga, Marhen Payunglangi, mengatakan petugas PLN sempat turun melakukan pengecekan di lokasi. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut berupa perbaikan maupun pemasangan tiang listrik baru yang dijanjikan.

“Kurang lebih sudah setahun kami mengadukan persoalan ini. Petugas memang pernah datang mengecek lokasi dan menyampaikan akan ada penggantian atau pemasangan tiang listrik baru, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” kata Marhen, Selasa (16/6/2026).

Baca  Anggota Dewan Joha Fajal Klaim Dapat Suara Terbanyak, Optimis Rebut Kursi Pimpinan

Menurutnya, kondisi kabel listrik yang membentang di atas atap rumah warga sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan, sebagian kabel saat ini hanya ditopang menggunakan paralon dan diikat dengan karet sebagai upaya darurat yang dilakukan warga.

Marhen menilai pemasangan tiang listrik tambahan menjadi solusi mendesak agar jalur kabel dapat dialihkan dan tidak lagi melintasi permukiman. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko korsleting hingga kebakaran.

“Harusnya dipasang tiang lagi dan jalurnya dibelokkan supaya tidak melintas di atas atap rumah warga. Kalau dibiarkan terus, risikonya besar,” ujarnya.

Baca  Soroti Tantangan KLA, Puji: Samarinda Layak Anak, Tapi Masih Banyak PR

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Marhen menyebut wilayahnya sudah dua kali mengalami kebakaran yang diduga berkaitan dengan persoalan kelistrikan. Kondisi itu diperparah dengan akses jalan yang sempit sehingga menyulitkan kendaraan darurat masuk ke kawasan permukiman.

“Kami sudah merasakan dua kali kebakaran. Apalagi lokasi kabel bermasalah ini dekat dengan tempat ibadah dan akses jalan di sini tidak memungkinkan kendaraan besar masuk dengan mudah,” katanya.

Selain persoalan jaringan listrik, Marhen juga menyoroti kondisi sosial ekonomi masyarakat di wilayahnya. Ia berharap pendataan warga dilakukan secara objektif agar program bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran.

Baca  Dinas Pariwisata Kaltim Berikan Penghargaan kepada Pelaku Ekonomi Kreatif

Menurutnya, mayoritas warga bekerja di sektor informal dengan penghasilan yang tidak menentu. Karena itu, perhatian pemerintah tidak hanya dibutuhkan untuk perbaikan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap pihak terkait segera mengambil langkah konkret sebelum terjadi insiden yang lebih besar akibat kondisi jaringan listrik yang dinilai membahayakan keselamatan warga.(sal/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button