KaltimSamarinda

Tak Hanya Jalan dan Drainase, Lampu Penerangan Jadi Aspirasi Warga Samarinda

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal (Foto: Editorialkaltim/Salman)

Editorialkaltim.com – Kebutuhan penerangan jalan di kawasan permukiman menjadi salah satu aspirasi yang banyak disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Samarinda. Selain perbaikan jalan dan drainase, warga turut mengusulkan pemasangan lampu penerangan untuk meningkatkan kenyamanan lingkungan.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal, mengatakan kegiatan reses tidak hanya menjadi wadah untuk menyerap aspirasi, tetapi juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan mekanisme pengusulan program pembangunan yang kini harus melalui tahapan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) mulai dari tingkat RT.

“Sekarang reses itu kita memperjuangkan aspirasi masyarakat apabila datanya sudah dimasukkan di Musrenbang melalui RT. Kalau tidak masuk, saat kita menginput aspirasi tersebut bisa tertolak di Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD),” ujar Joha, Jumat (16/10/2026).

Baca  Akhmed Reza Ungkap 82 Persen Jalan di Kaltim Sudah Mantap

Menurutnya, perubahan mekanisme tersebut belum sepenuhnya dipahami masyarakat. Sebagian warga menganggap aspirasi yang disampaikan saat reses dapat langsung direalisasikan. Padahal, usulan tersebut harus melalui proses perencanaan dan penginputan sesuai ketentuan.

Karena itu, Joha menilai sosialisasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan reses agar masyarakat memahami tahapan yang perlu ditempuh untuk memperjuangkan kebutuhan pembangunan di lingkungannya.

Selain persoalan jalan dan drainase, ia menyebut kebutuhan lampu penerangan di kawasan permukiman semakin banyak disampaikan warga. Aspirasi tersebut menjadi perhatian karena sejumlah lingkungan masih membutuhkan penerangan yang memadai.

Baca  DPRD Samarinda Minta Efisiensi Anggaran Jangan Ganggu Pendidikan dan Kesehatan

Joha mengatakan sebagian usulan penerangan di kawasan permukiman telah diperjuangkan melalui penganggaran tahun sebelumnya. Menurutnya, pembangunan jalan yang semakin baik perlu diimbangi dengan penyediaan penerangan hingga ke lingkungan permukiman warga.

“Karena memang itu yang dibutuhkan. Salah satu permasalahan di Kota Samarinda ini selain banjir itu gelap. Sekarang jalan-jalan sudah bagus, tetapi belum masuk ke daerah permukiman,” katanya.

Ia menambahkan, usulan penerangan yang disampaikan warga di wilayahnya lebih banyak menyasar jalan lingkungan, bukan jalan utama yang memiliki pengaturan tersendiri terkait penerangan.

Joha berharap perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur jalan, tetapi juga mencakup fasilitas pendukung yang membuat kawasan permukiman lebih nyaman.

Baca  TNI Turun Tangan Amankan Aksi 21 April, Pangdam: 70 Personel Disiagakan!

“Jadi, sekarang kita masuk ke daerah permukiman. Betul-betul Kota Samarinda sebagai ibu kota provinsi juga terang,” tuturnya.

Pemenuhan kebutuhan penerangan jalan di kawasan permukiman diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan. Dengan demikian, manfaat perbaikan infrastruktur dapat dirasakan masyarakat hingga ke lingkungan tempat tinggal mereka. (sal/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button