PPU Dapat Alokasi 3.546 Hektare PM-AAS, Produksi Padi Diharapkan Meningkat

Editorialkaltim.com – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendapat alokasi lahan seluas 3.546 hektare dalam program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kalimantan Timur (Kaltim). Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi melalui penerapan sistem pertanian modern.
PPU menjadi lokasi penanaman perdana PM-AAS di Kaltim. Dari total alokasi 7.125 hektare di Kaltim, hampir separuhnya berada di wilayah PPU.
Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan, penanaman perdana PM-AAS dilakukan bersama Direktur Irigasi Kementerian Pertanian. Besarnya alokasi lahan tersebut menjadi peluang bagi PPU untuk meningkatkan produksi pertanian.
“Hari ini kan kita mendapat suatu program pertanian namanya PM-AAS yang tadi pagi kita bersama Direktur Irigasi Kementan melaksanakan penanaman pertama di Kaltim. Jadi penanaman PM-AAS itu dilaksanakan di Kabupaten PPU,” ujar Mudyat saat diwawancarai, Rabu (30/9/2026).
Mudyat menjelaskan, PPU memperoleh alokasi 3.546 hektare dari total 7.125 hektare program PM-AAS di Kaltim. Program tersebut diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas padi petani.
“Dari total sekitar 7.000 hektare alokasi PM-AAS di Kalimantan Timur, sekitar 3.000 hektare berada di Kabupaten PPU,” katanya.
Menurut Mudyat, penerapan sistem pertanian modern berpotensi meningkatkan hasil panen. Ia merujuk pengalaman sejumlah daerah yang menerapkan sistem serupa dengan peningkatan produksi cukup signifikan.
“Untuk peningkatan produksi PM-AAS kita, karena ketika saya ikut acara di Malang itu peningkatan produksi padi itu rata-rata meningkat, ada yang 5 ton, ada yang 7 ton. Ini memang peningkatannya luar biasa,” ujarnya.
Peningkatan produktivitas menjadi salah satu alasan Pemkab PPU mendorong penerapan PM-AAS. Modernisasi pertanian diharapkan membantu petani memperoleh hasil panen lebih optimal sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Dengan pelaksanaan bagaimana pemenuhan peningkatan produksi padi yang ditanam masyarakat saat ini, upaya luar biasa,” katanya.
Mudyat turut mengapresiasi Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian PPU, serta para penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang terlibat sejak proses pengusulan hingga pendampingan program.
“Memberikan apresiasi kepada Kementan juga kontribusi dari teman-teman Dinas Pertanian, kawan-kawan PPL, yang ternyata usulan Penajam yang disetujui,” tutupnya.
Dengan alokasi 3.546 hektare, PM-AAS diharapkan menjadi salah satu langkah strategis meningkatkan produktivitas padi sekaligus memperkuat sektor pertanian PPU. (ta/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



