
Editorialkaltim.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menyalurkan 65 unit pompa pemadam kebakaran untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengendalikan titik api yang masih aktif.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan, petugas gabungan terus melakukan pemadaman di sejumlah lokasi terdampak karhutla. Salah satu titik kebakaran di kawasan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) berhasil dipadamkan.
“Alhamdulillah, kemarin kita sudah ke Jalan Tol Balsam. Kita sudah berhasil padamkan,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).
Seno menjelaskan, Pemprov Kaltim telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperkuat sarana dan prasarana pemadaman. Koordinasi tersebut dilakukan melalui Gubernur Kaltim guna memastikan kebutuhan peralatan di daerah rawan karhutla dapat terpenuhi.
Hasilnya, sebanyak 65 unit pompa pemadam kebakaran telah disalurkan untuk mendukung petugas dalam menangani kebakaran di lapangan.
“Kemarin dibantu 65 pompa yang sudah kita edarkan,” katanya.
Meski kebakaran di kawasan Tol Balsam berhasil dipadamkan, Seno mengakui masih terdapat sejumlah titik api yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Petugas terus berupaya mencegah api meluas ke kawasan lainnya.
Pemprov Kaltim juga meningkatkan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memantau perkembangan karhutla. Langkah ini dilakukan agar penanganan dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.
Selain mengandalkan peralatan pemadam, pemerintah daerah terus mengupayakan dukungan berbagai pihak untuk mengendalikan kebakaran. Pemantauan kondisi lapangan menjadi perhatian utama guna menentukan langkah penanganan berikutnya.
Seno menyebut, pemerintah daerah membuka kemungkinan mengusulkan peningkatan status penanganan bencana kepada pemerintah pusat apabila kebakaran semakin meluas dan tidak dapat dikendalikan dengan sumber daya yang tersedia.
Namun, hingga kini Pemprov Kaltim belum mengusulkan peningkatan status tersebut. Seno menilai kondisi karhutla di Kaltim masih dapat ditangani melalui koordinasi pemerintah daerah bersama instansi terkait.
“Tapi sampai saat ini kita belum membuat status tersebut karena masih bisa dikontrol di Kaltim,” pungkasnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



