Pembangunan Sekolah Rakyat PPU Ditarget Mulai Oktober-November

Editorialkaltim.com – Persiapan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai memasuki tahap teknis. Tim Satuan Kerja Sarana dan Prasarana (Satker Sapras) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) wilayah Kalimantan Timur telah meninjau lahan yang disiapkan di Kelurahan Lawe-Lawe.
Kepala Dinas Sosial PPU Ainie mengatakan, tim Satker Sapras Kementerian PU turun langsung ke lokasi sekitar dua minggu lalu. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi, posisi, serta batas lahan sebelum pekerjaan land clearing dan cut and fill dilaksanakan sesuai Detail Engineering Design (DED) final.
“Dua minggu yang lalu sudah dilakukan tim dari Satker Sapras wilayah Kementerian PU yang ada di Kaltim, Samarinda. Sudah survei langsung batas letak tanah berbatasan dengan siapa dan berada di posisi yang mana,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (6/10/2026).
Ainie mengatakan Dinas PU sebenarnya sudah siap melakukan land clearing. Namun, pekerjaan tersebut masih menunggu DED final agar pengerjaan lahan sesuai kebutuhan pembangunan dan tidak perlu dilakukan dua kali.
“Untuk Dinas PU sesungguhnya sudah siap untuk melakukan land clearing, tapi kawan-kawan PU itu melihat DED-nya dulu yang final itu seperti apa. Jangan sampai mereka itu kerja dua kali,” ujarnya.
Menurutnya, DED final akan menjadi acuan pekerjaan teknis, termasuk menentukan ketinggian lahan hingga volume tanah yang perlu dipotong dalam proses cut and fill.
“Kalau misal DED sudah ada final, itu lah yang akan dikerjakan. Di sana pasti ada melihat secara detail untuk posisi ketinggian tanah sama yang akan di-cut itu seberapa banyak dan lain sebagainya, persoalan teknis lah,” jelasnya.
Ainie menambahkan, tim Kementerian PU terus memantau perkembangan lahan yang telah disiapkan Pemkab PPU. Hasil peninjauan terakhir menunjukkan kondisi lahan dinilai siap memasuki tahap pembangunan setelah perencanaan teknis rampung.
“Kita masih menunggu itu kawan-kawan dari Kementerian PU Satker yang ada di Kaltim itu terus memantau lahan kita. Yang kemarin juga kedatangan mereka itu memberi keyakinan bahwa kondisi saat ini siap dibangun,” ungkapnya.
Berdasarkan informasi tim perencana, pembangunan Sekolah Rakyat ditarget mulai Oktober-November 2026. Proyek tersebut diproyeksikan selesai sekitar Juli-Agustus 2027.
“Target Oktober-November itu sudah dilaksanakan pembangunan. Masa pembangunan rencana Oktober-November, selesainya bulan Juli-Agustus,” lanjutnya.
Terkait anggaran, Ainie belum dapat menyampaikan nominal pembangunan karena masih menunggu angka final dari Kementerian PU. Sebelumnya, pemerintah daerah telah memperoleh gambaran kisaran anggaran, tetapi nilainya belum ditetapkan secara resmi.
“Anggaran dari Kementerian PU itu belum bisa kami sebutkan. Kemarin ada kisaran lah, tapi kita itu meminta angka pastinya berapa, itu belum diinformasikan ke kami secara final,” ujarnya.
Pemkab PPU kini menunggu finalisasi DED dari Kementerian PU sebelum pekerjaan teknis di lapangan dimulai. Finalisasi tersebut menjadi dasar pengerjaan lahan sekaligus memastikan pembangunan Sekolah Rakyat berjalan sesuai perencanaan. (ta/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



