KaltimPenajam Paser Utara

Pedagang Pasar Penajam Mengeluh, Harga Plastik hingga Ikan Terus Naik

Pedagang ikan di Pasar Induk Nenang PPU. (Foto: Editorialkaltim/Agustina)

Editorialkaltim.com – Pedagang di Pasar Induk Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), semakin terjepit akibat harga barang dagangan yang terus merangkak naik. Di saat modal terus membengkak, daya beli masyarakat justru melemah sehingga keuntungan yang diperoleh nyaris tidak ada.

Pedagang plastik, Muliati (56), mengaku kenaikan harga dari pemasok terjadi berulang kali dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, stok lama belum habis terjual, harga baru sudah kembali naik.

“Kalau dibilang naik, ini sebenarnya pindah harga. Dulu harga dari supplier Rp12.500, sekarang sudah Rp19.000. Naiknya tidak sekaligus, sedikit-sedikit, belum habis stok lama sudah naik lagi,” ujarnya.

Baca  DPRD Kaltim Apresiasi Kebijakan Pembatasan Akses Media Sosial bagi Anak

Menurut Muliati, kondisi tersebut membuat pedagang kesulitan memperoleh keuntungan. Harga jual harus disesuaikan dengan modal yang terus naik, sementara kemampuan belanja masyarakat semakin menurun.

“Kalau sekarang hitungannya bukan untung. Yang penting bisa ganti barang lagi. Modal baru ikut naik, jadi keuntungan habis di situ,” katanya.

Keluhan serupa dirasakan pedagang ikan, Yadi (25). Ia mengatakan hampir seluruh jenis ikan mengalami kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir akibat cuaca musim angin selatan dan meningkatnya biaya operasional nelayan.

Baca  Pj Bupati PPU, Zainal Arifin, Bahas Efisiensi Sumber Daya Air di Seminar Nasional Universitas Gunadarma

“Hampir semua naik. Pengaruh cuaca musim angin selatan dan BBM juga naik,” ujarnya.

Yadi menyebut kenaikan harga berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Saat ini ikan gembung dijual sekitar Rp60 ribu per kilogram, sedangkan ikan kakap mencapai Rp85 ribu per kilogram.

Selain cuaca dan kenaikan harga bahan bakar, pasokan ikan yang berkurang turut mendorong harga di tingkat pedagang.

“Kalau harga diturunkan tidak sesuai dengan modal yang keluar. Tapi pembeli juga kaget lihat harga sekarang,” katanya.

Baca  Bupati PPU Hadiri Halal Bihalal dan Pelantikan MWC-NU, Dorong Sinergi NU dan Pemerintah Daerah

Kenaikan harga tersebut ikut mengubah pola belanja masyarakat. Banyak pelanggan yang sebelumnya membeli dalam jumlah besar kini memilih membeli lebih sedikit atau sekadar secukupnya.

Akibatnya, omzet harian pedagang ikut menurun. Mereka kini harus bertahan di tengah dua tekanan sekaligus, yakni biaya modal yang terus meningkat dan jumlah pembeli yang semakin berkurang.(tin/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button