
Editorialkaltim.com – Pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya berfokus pada jalan, gedung, dan infrastruktur. Otorita IKN kini memperkuat upaya penanganan stunting yang masih berada di angka sekitar 18 persen dengan menyasar keluarga, remaja, hingga kader Posyandu.
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menegaskan kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi penting dalam pembangunan ibu kota baru. Karena itu, berbagai intervensi dilakukan untuk memastikan generasi yang tumbuh di kawasan IKN memiliki kondisi kesehatan yang optimal.
“Yang terlihat saat ini memang pembangunan fisik. Namun, IKN juga sedang membangun aspek nonfisik, yaitu menyiapkan sumber daya manusia yang akan menjadi generasi penerus pembangunan,” ujar Suwito saat kegiatan penguatan kapasitas kader Posyandu di Puskesmas Maridan, Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan penanganan stunting dilakukan secara menyeluruh sejak masa remaja. Program tersebut mencakup edukasi kesehatan reproduksi, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dan calon pengantin, pendampingan keluarga, hingga peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader Posyandu.
Menurut Suwito, stunting bukan semata-mata persoalan kekurangan gizi. Kondisi tersebut juga dipengaruhi kesehatan reproduksi, pola pengasuhan anak, serta lingkungan keluarga.
Karena itu, langkah pencegahan harus dimulai jauh sebelum kehamilan agar risiko melahirkan anak stunting dapat ditekan.
“Ke depan tidak boleh lagi ada kelahiran stunting di IKN. Ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang akan melanjutkan pembangunan ibu kota negara,” tegasnya.
Untuk memperkuat program tersebut, Otorita IKN menggandeng sejumlah pihak, mulai dari pemerintah daerah, puskesmas, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional hingga Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Kolaborasi itu diwujudkan melalui pelatihan kader Posyandu di wilayah delineasi IKN.
Kepala Puskesmas Maridan, Basiran, menilai keterlibatan Otorita IKN memberi dampak positif dalam memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, kader Posyandu memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga di tingkat desa dan kelurahan.
“Penguatan kapasitas kader menjadi investasi penting karena mereka yang berhadapan langsung dengan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting,” katanya.
Senada, kader Posyandu Maridan, Seminawati, mengaku pelatihan tersebut menambah wawasan mengenai kesehatan reproduksi, kehamilan sehat, serta langkah pencegahan stunting sejak dini.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan supaya angka stunting di IKN semakin menurun,” ujarnya.
Otorita IKN berharap berbagai intervensi yang dijalankan tidak hanya mampu menekan prevalensi stunting yang masih berada di angka 18 persen, tetapi juga mencegah munculnya kasus baru. Langkah itu dinilai penting karena kualitas generasi yang lahir dan tumbuh di IKN akan menjadi penentu daya saing ibu kota negara di masa depan. (tin/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



