
Editorialkaltim.com – Pembukaan Ramadan di Kampus Bersama (RDKB) 2026 di Masjid Al-Fatihah Universitas Mulawarman berlangsung khidmat, Senin (16/2/2026). Rangkaian grand opening itu diisi dengan ceramah agama yang mengingatkan pentingnya meluruskan niat sebelum memasuki bulan suci.
Dalam tausiyahnya, Da’i Pramuka, Ustaz Rudini, menegaskan bahwa niat merupakan fondasi utama dalam menjalankan ibadah puasa. Ia mengingatkan, sah atau tidaknya puasa sangat ditentukan oleh niat, bukan sekadar aktivitas sahur yang kerap lebih diperhatikan sebagian orang.
“Hal yang paling urgen dalam menjalankan ibadah Ramadan adalah niat, karena tolak ukur amal itu bergantung pada niat. Kita sangat familiar dengan hadis innamal a’malu binniat,” ujarnya.
Menurutnya, niat termasuk rukun puasa yang tidak boleh ditinggalkan. Sementara sahur, meski sangat dianjurkan, hukumnya sunnah. Ia menilai masih ada kecenderungan generasi muda lebih fokus pada sahur dibanding memastikan niat telah tertanam dengan benar sejak awal.
“Jika rukun ditinggalkan, maka puasa tidak sah, sebagaimana salat tanpa niat,” ujarnya saat menyampaikan ceramah di Masjid Al-Fatihah Unmul, Senin (16/2/2026).
Tak hanya menyoroti soal niat, Ustaz Rudini juga mengajak jamaah menyiapkan diri menyambut Ramadan dengan tiga bekal utama. Pertama adalah bekal fikriah atau pemahaman ilmu. Ia menekankan pentingnya kembali mempelajari ketentuan puasa, mulai dari syarat sah, rukun, hingga hal-hal yang membatalkannya agar ibadah dijalankan dengan penuh keyakinan.
“Jika ibadah dijalankan dengan ilmu, keraguan akan hilang dan tekad dalam beribadah akan semakin kuat,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar umat Islam segera menunaikan kewajiban qadha puasa, terutama bagi perempuan yang masih memiliki utang puasa dari Ramadan sebelumnya.
“Jangan sampai kita menumpuk utang puasa. Hati-hati, karena bisa jadi kemalasan hadir sebagai ujian ketika Ramadan tiba,” ungkapnya.
Bekal kedua yang ditekankan adalah kesiapan hati. Menurutnya, hati yang bersih dan terarah kepada Allah SWT akan membentuk perilaku yang baik selama Ramadan. Ia mengingatkan bahwa berbagai bentuk maksiat kerap berawal dari hati yang tidak terjaga.
“Hati harus dipersiapkan sejak sekarang,” paparnya.
Sementara bekal ketiga adalah kesiapan fisik. Ia mengimbau jamaah menjaga kesehatan agar mampu menjalankan rangkaian ibadah Ramadan secara optimal.
“Kurangi minum es jika alergi dingin. Jangan sampai sakit menghambat ibadah,” tambahnya.
Menutup ceramah, Ustaz Rudini mengajak generasi muda menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas positif. Ia menyebut ada tiga benteng yang perlu dimiliki anak muda, yakni memperbanyak zikir dengan dua kalimat syahadat, rutin membaca Al-Qur’an, serta menjadikan masjid sebagai benteng kehidupan yang kuat selama Ramadan dan seterusnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



