
Editorialkaltim.com – Jebolnya tanggul sementara di lokasi longsor bekas galian C Kampung Timur RT 01, Kelurahan Kanaan, kembali menjadi sorotan DPRD Bontang. Legislator menilai penanganan yang dilakukan pemerintah sejauh ini masih bersifat sementara dan belum menyentuh akar persoalan.
Anggota Komisi C DPRD Bontang, Joni Alla Padang, mengatakan salah satu masalah utama di kawasan tersebut adalah belum tersedianya sistem drainase yang memadai. Akibatnya, aliran air hujan tidak terkendali dan terus memberikan tekanan terhadap tanggul darurat yang dibangun pascalongsor pada Januari lalu.
“Selama aliran airnya belum ditata dengan baik, risiko kejadian serupa akan tetap ada. Tanggul sementara tidak akan mampu menahan tekanan air ketika hujan turun dengan intensitas tinggi,” ujar Joni, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, jebolnya tanggul beberapa hari lalu menjadi bukti bahwa langkah penanganan sementara belum cukup untuk memberikan rasa aman bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor.
Karena itu, ia mendesak pemerintah segera menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan drainase dan penguatan struktur lereng. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengendalikan aliran air dari kawasan bekas galian C agar tidak mengarah ke permukiman warga.
“Kita tidak bisa hanya menunggu sampai terjadi lagi. Yang dibutuhkan sekarang adalah penanganan permanen yang benar-benar mampu mengurangi risiko bagi masyarakat,” katanya.
Politikus PAN itu menegaskan, persoalan tersebut tidak boleh diukur dari jumlah warga terdampak semata. Potensi ancaman terhadap keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan langkah penanganan.
“Persoalannya bukan soal besar atau kecilnya dampak, tetapi bagaimana pemerintah memastikan tidak ada warga yang menjadi korban ketika hujan deras kembali terjadi,” tegasnya.
Joni juga mengingatkan bahwa di kawasan tersebut masih terdapat sejumlah warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus dalam upaya mitigasi bencana. Oleh sebab itu, langkah antisipasi jangka panjang dinilai tidak bisa lagi ditunda.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama. Pemerintah perlu memastikan kawasan ini benar-benar aman sebelum musim hujan berikutnya datang,” pungkasnya. (lia/ndi/adv)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



