Samarinda

Komisi IV DPRD Samarinda Panggil Dinkes Bahas Angka Kematian Ibu dan Anak

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ahmat Sopian Noor. (Istimewa).

Editorialkaltim.com – Komisi IV DPRD Samarinda akan menggelar hearing membahas upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi saat proses persalinan. Dari data yang dirilis Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim), jumlah kematian ibu dan bayi meningkat menjadi 73 orang per tahun di seluruh kabupaten/kota.

Kutai Kartanegara dengan 24 kasus dan Samarinda 20 kasus tercatat jadi kota dengan jumlah kematian tertinggi di Kaltim. Sedangkan daerah lain memiliki jumlah di bawah 5 kasus. Dinkes menjelaskan, beberapa faktor penyebab kematian, seperti keterlambatan dalam penanganan dan diagnosa.

Baca  Longsor di Keledang Mas Belum Ditangani, Mujianto Tuntut Pengembang Segera Tindak Lanjuti

“Saat ini kami telah merancang para ibu yang sedang melahirkan dan punya risiko tinggi untuk dirujuk, kami siapkan tempatnya, yaitu di Bapelkes,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr Jaya Mualimin.

Demi mengatasi masalah ini, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ahmat Sopian Noor mengatakan Komisi IV akan melakukan hearing dengan Dinkes Kaltim untuk membahas penanganan kesehatan dan persalinan di Samarinda.

Baca  Dewan Samarinda Minta Bosda 2024 Ditingkatkan

“Hearing akan diadakan oleh para pihak terkait untuk membahas masalah meningkatnya angka kematian ibu dan bayi. Tentu tujuannya untuk mencari solusi meminimalkan jumlah korban khususnya di Samarinda,” ujarnya.

Selain itu, dia juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap angka stunting pada anak-anak di Samarinda. Dia berpendapat, perhatian khusus harus diberikan pada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Baca  Prima Masjid Jami’ Al-Ma'ruf Peringati Tahun Baru Islam dengan Festival Muharram 1445 H

“Agar mereka tidak mengalami pertumbuhan yang kurang sehat akibat kekurangan vitamin,” tandasnya.

[FER | NFA]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Mari bergabung di Grup Telegram “editorialkaltim”, caranya klik link, https://t.me/editorialkaltimcom kemudian join. Anda harus mengistal Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button