Nasional

Ketum PDIP Sorot Bencana Sumatra, UU Beri Karpet Merah Deforestasi

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (Foto: PDIP)

Editorialkaltim.com – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyoroti bencana banjir yang berulang kali melanda wilayah Sumatra. Megawati menilai bencana tersebut tidak bisa dilepaskan dari kebijakan negara yang memberi ruang luas terhadap praktik deforestasi.

Megawati menyebut banjir yang melumpuhkan sejumlah kota di Sumatra hingga menimbulkan ribuan korban jiwa bukan semata-mata kehendak alam. Menurutnya, kerusakan lingkungan akibat pembukaan hutan secara masif menjadi faktor utama yang memperparah bencana.

Ia menegaskan kerusakan alam tidak terjadi secara alami, melainkan dilembagakan melalui regulasi. Megawati menilai undang-undang dan kebijakan yang ada justru mempermudah eksploitasi sumber daya alam berskala besar.

Baca  Sidang Sengketa Pilpres 2024 Selesai, MK Umumkan Putusan Usai Lebaran

“Undang-undang dan regulasi yang memberi karpet merah pada konsesi besar telah membuka jalan bagi deforestasi, perampasan tanah, dan penghancuran ekosistem,” kata Megawati dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan dan Rakernas I Tahun 2026 di Beach City International Stadium, Sabtu (10/1/2025) dilihat melalui Youtube PDIP.

Megawati mengkritik arah pembangunan yang mengorbankan lingkungan dan masyarakat. Ia menilai pembangunan semacam itu menjauh dari nilai keadilan dan kemanusiaan.

Baca  BGN Klaim Program MBG Dorong Kebutuhan Susu Capai 8 Juta Ton per Tahun

“Atas nama pembangunan, rakyat disingkirkan dan alam dikorbankan. Ini bukan pembangunan, melainkan pembangunan tanpa keadilan dan tanpa peradaban,” ucapnya.

Ia juga menyinggung perubahan fungsi kawasan hulu yang seharusnya menjadi daerah resapan air. Menurut Megawati, kawasan tersebut kini berubah menjadi ladang eksploitasi yang kehilangan kemampuan ekologisnya.

“Hutan alam dan wilayah adat dirampas, dibuka secara masif, lalu digantikan oleh tanaman monokultur berakar dangkal dan miskin daya dukung ekologis.

Ia menambahkan Inilah krisis peradaban ekologis- ketika manusia menempatkan dirinya sebagai penguasa alam, bukan sebagai bagian dari kesatuan kehidupan.

Baca  Seleksi PPPK Diperpanjang Lagi, Menteri Rini Minta Non-ASN Mendaftar

Lebih lanjut, Megawati menilai pemulihan wilayah Sumatra pascabencana banjir bandang dan longsor membutuhkan waktu panjang dan tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Karena itu, ia meminta seluruh kader PDI Perjuangan untuk bergotong royong dan terlibat aktif membantu masyarakat terdampak bencana.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button