KaltimSamarinda

Ketua DPRD Kaltim Sebut Penerima Bantuan Pendidikan Tembus 158 Ribu Orang

Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Hasanuddin Mas’ud (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Hasanuddin Mas’ud menyoroti peningkatan signifikan jumlah penerima bantuan pendidikan di Kaltim dalam setahun terakhir. Ia menyebut, lonjakan tersebut menjadi salah satu indikator membaiknya kinerja pemerintah provinsi, khususnya di sektor pendidikan.

Menurut Hasanuddin, jika sebelumnya penerima bantuan pendidikan hanya berkisar 28 ribu orang, kini angkanya melonjak hingga 158 ribu penerima. Kenaikan itu juga diiringi dengan peningkatan alokasi anggaran.

“Dulu cuma 28 ribu, sekarang sudah 158 ribu. Anggarannya juga jauh lebih besar dari sebelumnya,” ujar Hasanuddin kepada wartawan, Senin (23/2/2026).

Baca  Real Count Pileg DPRD Kaltim 51,35%: Golkar Unggul, Gerindra dan PDIP Menyusul

Ia menilai, peningkatan jumlah penerima bantuan mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Meski demikian, Hasanuddin mengakui program tersebut belum bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, ada sejumlah kriteria dan ketentuan yang harus dipenuhi calon penerima. Salah satunya, tidak diperkenankan menerima bantuan ganda dari program beasiswa lain.

Baca  DPRD Kukar Minta Job Fair Jangkau Pesisir dan Hulu

“Memang ada batasan dan aturan. Tidak semua bisa menerima. Kalau sudah dapat beasiswa lain, tentu tidak bisa dua kali karena masih banyak juga yang membutuhkan,” jelasnya.

Selain itu, pembatasan usia juga diterapkan dalam skema bantuan tersebut. Kebijakan ini dilakukan untuk memberikan prioritas kepada mahasiswa baru serta kelompok tertentu seperti guru dan dosen, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kaltim.

Baca  Arkan Sparing Night Vol. 5 Guncang Samarinda, Cetak Petarung Muda Kaltim

Hasanuddin menegaskan, berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat terkait program bantuan pendidikan tetap menjadi perhatian. Ia memastikan pemerintah daerah masih membuka ruang komunikasi jika terdapat kendala di lapangan.

“Selama komunikasi masih terbuka, berarti masih ada harapan untuk perbaikan. Yang jadi persoalan kalau pintu komunikasi sudah tertutup,” tegasnya.(adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button