Kukar

Kasus DBD Meningkat, Dinkes Kukar Tingkatkan Upaya Pencegahan

Ilustrasi Berantas sarang nyamuk dengan mengimplementasikan 3M menguras, menutup penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas. (istimewa).

Editorialkaltim.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus meningkat selama tiga bulan terakhir. Kenaikan ini dimulai sejak awal tahun 2023, dengan jumlah total kasus mencapai 147.

“Angka kematian masih nol, semoga selalu nol,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Supriyadi.

Dinas Kesehatan Kukar berusaha keras untuk menangani peningkatan kasus ini. Melalui Promosi Kesehatan (Promkes), mereka memberikan edukasi tentang pemberantasan sarang nyamuk dengan mengimplementasikan 3M: menguras, menutup penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas.

Baca  Panen Raya di Desa Bukit Raya, Rendi Solihin Yakin Kukar Mampu Jadi Pemasok Pangan IKN

“Begitu RDT positif, walaupun hasil lab negatif, mereka harus ikuti tata laksana DBD,” jelas Supriyadi.

Selain itu, Dinkes Kukar juga mendukung semua Puskesmas untuk melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) untuk diagnosis dini DBD. Langkah ini diambil untuk mencegah kematian akibat DBD seperti yang terjadi pada tahun lalu.

“Kasus kematian diharapkan tidak ada lagi jika tata laksana ini dilakukan,” ungkap Supriyadi.

Baca  Peragaan Busana Daur Ulang dan PKK Idol Meriahkan HKG PKK ke-51 Kukar

Wilayah yang paling banyak melaporkan kasus DBD adalah Kecamatan Tenggarong Seberang, disusul oleh Muara Badak. Curah hujan yang intens beberapa bulan terakhir dikhawatirkan menjadi penyebab peningkatan kasus DBD.

“Di wilayah hulu, kasus DBD cenderung rendah,” tutup Supriyadi. (lin/adv)

Related Articles

Back to top button