Iran Buka Peluang Kapal Lewati Selat Hormuz, Syaratnya Transaksi Pakai Yuan China

Editorialkaltim.com – Iran disebut tengah mempertimbangkan skema baru terkait lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah.
Menurut laporan CNN yang mengutip Al Jazeera, seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan kemungkinan Teheran akan mengizinkan kapal tanker minyak melintas secara terbatas melalui Selat Hormuz. Namun ada syarat yang harus dipenuhi, yakni minyak yang diperdagangkan menggunakan mata uang yuan China.
Meski demikian, Al Jazeera menyatakan hingga kini informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Kebijakan itu disebut menjadi bagian dari rencana lebih besar yang sedang disusun pemerintah Iran untuk mengatur kembali arus kapal tanker di jalur perairan strategis tersebut. Rencana itu muncul setelah konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat memicu ketegangan di kawasan.
Situasi memanas ketika Iran mengambil langkah menutup Selat Hormuz, yang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur paling vital dalam perdagangan minyak dunia.
Penutupan jalur itu berdampak langsung pada pasar energi global. Sebab sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Teluk bergantung pada jalur pelayaran tersebut.
Ketegangan geopolitik itu pun sempat memicu lonjakan harga minyak dunia. Pada Senin (9/3/2026), harga minyak acuan Brent melonjak hingga mencapai US$119,50 per barel, level tertinggi sejak pertengahan 2022.
Namun harga minyak kemudian bergerak turun setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa perang dengan Iran berpotensi segera berakhir.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



