Gestur Dingin Lamine Yamal ke Donald Trump Saat Terima Medali Jadi Sorotan

Editorialkaltim.com – Gestur bintang Timnas Spanyol, Lamine Yamal, saat menerima medali emas Piala Dunia 2026 menjadi sorotan. Interaksinya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai berbeda dibandingkan ketika berhadapan dengan Presiden FIFA Gianni Infantino.
Momen tersebut terjadi dalam seremoni penyerahan medali setelah Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026) waktu setempat.
Yamal terlihat berjalan menuju panggung bersama pemain Spanyol lainnya. Saat berada di hadapan Trump, pemain berusia 19 tahun itu sempat tampak tidak langsung menyambut uluran tangan sang presiden.
Keduanya pada akhirnya tetap berjabat tangan. Namun, interaksi tersebut berlangsung singkat dan terkesan canggung. Yamal kemudian melanjutkan langkahnya tanpa memberikan pelukan kepada Trump.
Sikap berbeda diperlihatkan Yamal ketika berhadapan dengan Infantino. Pemain Barcelona itu tampak lebih hangat dan memberikan pelukan kepada pemimpin tertinggi federasi sepak bola dunia tersebut.
Potongan video momen itu kemudian beredar luas di media sosial. Sejumlah warganet menilai Yamal terlihat enggan berinteraksi dengan Trump. Ada pula yang mengaitkannya dengan pandangan Yamal terhadap isu Palestina.
Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari Yamal yang menjelaskan sikapnya dalam seremoni tersebut. Karena itu, anggapan bahwa ia sengaja mengabaikan Trump belum dapat dipastikan.
Kehadiran Trump dalam penyerahan medali memang mencuri perhatian. Presiden Amerika Serikat itu naik ke panggung bersama Infantino dan sejumlah pemimpin negara tuan rumah Piala Dunia 2026.
Nama Yamal sebelumnya juga dikaitkan dengan dukungan terhadap Palestina. Pada Mei 2026, ia terlihat mengibarkan bendera Palestina dalam perayaan gelar Liga Spanyol bersama Barcelona. Aksi tersebut mendapat dukungan dari sejumlah penggemar dan aktivis.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez ketika itu membela Yamal dan menyebut tindakannya sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina. Namun, belum terdapat bukti bahwa pandangan tersebut menjadi alasan di balik interaksinya dengan Trump.
Terlepas dari perdebatan tersebut, Yamal berhasil menutup Piala Dunia pertamanya dengan gelar juara. Spanyol meraih trofi Piala Dunia kedua setelah gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu memastikan kemenangan 1-0 atas Argentina. (ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



