KaltimSamarinda

DPRD Samarinda Soroti Konektivitas Drainase Kolam Retensi SLI

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar(Foto: Editorialkaltim/Salman)

Editorialkaltim.com – Komisi III DPRD Kota Samarinda meninjau langsung pembangunan kolam retensi di kawasan Sempaja, tepatnya di dekat Perumahan Sempaja Lestari Indah (SLI). Dari hasil peninjauan, kolam retensi seluas 2,6 hektare tersebut telah selesai dibangun, termasuk pintu airnya. Saat ini proyek tinggal menunggu penyambungan drainase menuju Gang Ahim.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menegaskan bahwa penyambungan drainase tersebut sangat penting agar fungsi kolam retensi benar-benar optimal dalam mengurangi potensi banjir di kawasan Sempaja.

Menurutnya, terdapat penyempitan saluran di kawasan Gang Ahim menuju simpang empat Sempaja yang berpotensi menjadi titik hambatan aliran air atau bottle neck.

“Catatan kita di Gang Ahim itu mengecil ketika menuju simpang empat Sempaja. Di situlah bottle neck terjadi. Kalau daya tampungnya tidak sesuai, air akan kembali dan jadi genangan lagi. Ini tidak menyelesaikan masalah,” tegas Deni, Rabu (4/3/2026).

Baca  Lebih dari 9.000 Masyarakat Samarinda Tergolong Miskin Ekstrim, Rusdi: Saya Ragu

Ia menjelaskan, keberadaan kolam retensi tidak hanya sekadar menampung air, tetapi juga mengatur aliran air agar dapat mengalir secara terintegrasi dengan jaringan drainase yang ada.

“Kita ingin blueprint itu jelas. Drainase harus terconnecting semua. Jangan sampai kita bikin kolam retensi di sini, tapi tidak connect dengan drainase yang ada, sama saja bohong. Itu bukan menanggulangi banjir namanya,” ujarnya.

Selain penyambungan drainase, Komisi III juga menyoroti rencana penambahan rumah pompa, instalasi pompa, serta jaringan listrik agar kolam retensi tersebut bisa segera difungsikan tahun ini.

Baca  Polemik Pemutusan Tenaga Honorer Bontang, Ini Kata Heri Keswanto

Untuk penyambungan drainase menuju Gang Ahim, estimasi anggaran tambahan diperkirakan mencapai sekitar Rp6 miliar. Anggaran tersebut kemungkinan akan masuk dalam anggaran murni, meski masih menunggu kepastian dalam penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

Dari sisi kapasitas, kolam retensi SLI dengan luas sekitar 2,6 hektare dan kedalaman antara 2 hingga 2,5 meter diperkirakan mampu menampung sekitar 50.000 hingga 55.000 meter kubik air.

Deni juga mengingatkan bahwa persoalan banjir di Kota Samarinda semakin kompleks akibat berkurangnya kawasan resapan air yang kini banyak beralih fungsi menjadi area pembangunan.

“Terus terang saja, Samarinda ini sudah susah resapan air karena saking banyaknya bangunan. Semestinya kita tidak boleh lagi ada bangunan di atas tangkapan-tangkapan air. Itu pasti mengurangi kapasitas daya tangkap dan menimbulkan banjir yang luar biasa,” tuturnya.

Baca  DPRD Kaltim Tegaskan Tidak Ada Mediasi Pelaku Perusakan Lingkungan

Komisi III DPRD Samarinda menegaskan akan terus mengawal penyusunan anggaran serta pelaksanaan teknis proyek tersebut. DPRD berharap seluruh pekerjaan tambahan, termasuk konektivitas drainase dan pemasangan pompa, dapat segera direalisasikan sehingga kolam retensi SLI bisa beroperasi optimal dalam menekan potensi banjir di kawasan Sempaja dan sekitarnya. (sal/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button