KaltimSamarinda

Dituntut Kuasai IT, Plt Kepala Disdikbud Samarinda Ingatkan Guru Tak Bergantung pada Orang Lain

Seluruh ASN lingkup Pemkot Samarinda saat mengikuti pelatihan IT (Foto: Editorialkaltim/doc)

Editorialkaltim.com – Digitalisasi sistem pendidikan menuntut guru di Kota Samarinda untuk terus meningkatkan kemampuan teknologi informasi (IT). Penguasaan teknologi menjadi kebutuhan penting agar pekerjaan administrasi hingga proses pembelajaran dapat berjalan efektif tanpa bergantung pada tenaga pendidik tertentu.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda Eko Suprayetno mengungkapkan kemampuan guru dalam mengoperasikan teknologi digital masih belum merata.

Menurutnya, sejumlah pekerjaan berbasis aplikasi di lingkungan sekolah masih mengandalkan satu atau dua orang yang memiliki keterampilan teknologi lebih baik dibandingkan tenaga pendidik lainnya.

“Penggunaan aplikasi kini mencakup berbagai pekerjaan, mulai dari penyusunan perencanaan hingga pelaporan dan pemantauan kegiatan,” ujar Eko kepada awak media, Rabu (14/10/2026).

Baca  Subandi Minta Persiapkan Destinasi Wisata Berkualitas Sambut IKN

Eko menilai kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri seiring meningkatnya penggunaan aplikasi dalam sistem administrasi pendidikan. Karena itu, setiap guru dituntut mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.

“Sekarang pekerjaan di lingkungan pendidikan semakin banyak menggunakan aplikasi. Karena itu, guru perlu memiliki kemampuan untuk mengoperasikannya agar bisa menjalankan tugas masing-masing tanpa selalu bergantung kepada orang lain,” tegasnya.

Untuk mengatasi kesenjangan kemampuan tersebut, Disdikbud Samarinda telah menyiapkan program pelatihan dengan melibatkan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) serta instansi Pemerintah Kota Samarinda yang menangani pengembangan sumber daya manusia.

Baca  Sektor Tambang di Kutim Sedang Goyang, Pemkab Tegaskan PHK Pilihan Terakhir

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterampilan digital tenaga pendidik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap guru tertentu dalam menyelesaikan pekerjaan berbasis aplikasi.

Eko menegaskan pelatihan tidak boleh sebatas memperkenalkan aplikasi. Guru juga harus mampu mengoperasikan dan memanfaatkan teknologi secara langsung dalam menjalankan tugas sehari-hari.

“Peningkatan kemampuan guru perlu dilakukan secara berkelanjutan. Bukan hanya mengenalkan aplikasi, tetapi juga memastikan mereka mampu menggunakannya dalam pekerjaan sehari-hari, baik untuk kebutuhan pembelajaran maupun administrasi,” jelasnya.

Ia berharap peningkatan kompetensi digital dapat menjadi bagian dari budaya kerja guru. Dengan begitu, pemanfaatan teknologi tidak hanya dilakukan ketika muncul kebutuhan mendesak, tetapi diterapkan secara konsisten.

Baca  Gelar Reses di Perumahan Sekumpul Hill, Puji Terima Banyak Masukan dari Warga

Selain mempercepat penyelesaian administrasi, kemampuan digital yang merata dinilai dapat membantu guru mengakses berbagai sumber belajar serta meningkatkan kualitas kegiatan belajar-mengajar.

“Targetnya bukan hanya guru bisa menggunakan teknologi ketika ada kebutuhan mendesak. Kami ingin kemampuan itu menjadi bagian dari kebiasaan kerja, sehingga urusan administrasi maupun pembelajaran dapat dijalankan lebih efektif dan tidak terus-menerus bertumpu pada orang tertentu,” tutupnya. (ADV)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button