KaltimSamarinda

Distapangtani Samarinda Catat Penurunan Hijauan Pakan Ternak hingga 65 Persen

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distapangtani Samarinda, Maskuri (Foto: Editorialkaltim/doc)

Editorialkaltim.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Distapangtani) Samarinda mencatat penurunan ketersediaan hijauan pakan ternak (HPT) hingga 65 persen. Kondisi ini dipicu kekeringan dan kebakaran lahan yang melanda sejumlah kawasan di Kota Tepian.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distapangtani Samarinda, Maskuri, mengatakan penurunan ketersediaan hijauan pakan ternak berdasarkan hasil penghitungan jajarannya mencapai 30 hingga 65 persen.

“Kekurangan karena dampak kekeringannya, baru kemarin teman-teman menghitung, mencapai 30 sampai 65 persen hamparan HPT atau hijauan pakan ternak,” ujar Maskuri saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (15/10/2026).

Baca  Aspirasi Masyarakat Rampung, DPRD Samarinda Siap Rekomendasikan ke Pemkot

Maskuri menjelaskan, penyusutan hijauan pakan ternak disebabkan dua faktor utama, yakni kekeringan dan kebakaran lahan. Kedua kondisi tersebut berdampak langsung pada hamparan rumput yang selama ini menjadi sumber pakan bagi ternak.

Menurutnya, dampak kebakaran paling banyak terjadi pada kawasan yang ditumbuhi rumput alami. Rumput tersebut merupakan jenis hijauan yang tumbuh secara liar dan biasa dimanfaatkan peternak untuk memenuhi kebutuhan pakan.

“Ada yang disebabkan kebakaran, ada yang disebabkan kekeringan. Terutama yang terbakar itu hamparan rumput biasa, bukan rumput yang kita tanam,” jelasnya.

Baca  Pesantren Istiqomah Lepas 136 Mubaligh Hijrah ke Pelosok Kaltim

Ia menyebut kondisi tersebut berbeda dengan lahan hijauan yang sengaja ditanami rumput untuk kebutuhan peternakan. Sebab, sebagian kawasan terdampak merupakan hamparan rumput alami yang selama ini menjadi salah satu sumber pakan ternak.

Berkurangnya hamparan hijauan ini menjadi perhatian karena ketersediaan pakan merupakan faktor penting dalam menunjang keberlangsungan usaha peternakan.

Terlebih, rumput alami menjadi salah satu sumber pakan yang dimanfaatkan peternak. Ketika hamparannya menyusut akibat kekeringan maupun kebakaran, ketersediaan hijauan untuk kebutuhan ternak juga ikut berkurang.

Baca  Hadapi Penurunan Anggaran, Wabup Kukar Paparkan Langkah Pemulihan 2026

Berdasarkan hasil penghitungan Distapangtani Samarinda, penurunan sebesar 30 hingga 65 persen tersebut menggambarkan dampak kekeringan dan kebakaran lahan terhadap ketersediaan hijauan pakan ternak di Kota Tepian.

Meski demikian, belum ada perincian lebih lanjut mengenai dampak penyusutan tersebut terhadap kebutuhan pakan harian peternak maupun langkah penanganan yang akan dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan hijauan.(ADV)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button