KaltimPenajam Paser Utara

Cabai dan Bawang Merah Picu Inflasi PPU

Cabai dan bawang di Pasar Induk Nenang (Foto: Editorialkaltim/Agustina)

Editorialkaltim.com – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diperkirakan mengalami inflasi pada Juni 2026. Kenaikan harga cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah menjadi penyumbang utama tekanan inflasi akibat terganggunya pasokan dari daerah sentra produksi.

Berdasarkan pemantauan harga melalui Laman Informasi Ekonomi Komoditas Kalimantan Timur (Lamin Etam), inflasi bulanan PPU pada pekan pertama Juni diproyeksikan berada di kisaran 0,12 hingga 0,26 persen.

Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Kabupaten PPU, Krisna, mengatakan selain komoditas hortikultura, kenaikan harga juga terjadi pada ikan layang dan daging ayam.

“Berdasarkan hasil monitoring minggu pertama Juni 2026, Kabupaten PPU diprakirakan mengalami inflasi. Komoditas yang memberikan tekanan terbesar berasal dari cabai merah, cabai rawit, bawang merah, ikan layang, dan daging ayam,” ujarnya.

Baca  Ananda Emira Ajak Semua Kawal GratisPol Biar Tepat Sasaran

Menurut Krisna, kenaikan harga cabai dan bawang merah dipicu berkurangnya pasokan dari Jawa dan Sulawesi akibat cuaca yang memengaruhi produksi di daerah asal. Di sisi lain, permintaan masyarakat tetap tinggi sehingga harga di tingkat pasar terus bergerak naik.

Harga ikan layang juga mengalami kenaikan karena hasil tangkapan nelayan menurun akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung. Sementara itu, harga daging ayam terdorong naik karena keterlambatan distribusi ayam beku dari Pulau Jawa serta terbatasnya pasokan ayam segar dari daerah sekitar.

Baca  Ayah Bunuh Anaknya, DPRD Kaltim Soroti Kesehatan Mental Orang Tua

“Kondisi cuaca masih menjadi faktor utama yang memengaruhi produksi dan distribusi sejumlah komoditas pangan. Karena itu perlu dilakukan pemantauan harga dan stok secara intensif, baik di tingkat distributor maupun produsen, untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga,” katanya.

Meski demikian, laju inflasi yang lebih tinggi berhasil tertahan berkat turunnya harga beberapa komoditas pangan, seperti ikan tongkol, tomat, dan bawang putih.

Mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang musim kemarau, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) PPU diminta memperkuat pengawasan pasokan dan stabilisasi harga melalui pemantauan rutin, Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, hingga kerja sama antardaerah.

Baca  Program Pembibitan Sepak Bola Kaltim Kembangkan Potensi Atlet untuk Beragam Cabor

Krisna menegaskan langkah antisipatif perlu dilakukan sejak dini agar gejolak harga tidak semakin membebani masyarakat.

“Sinergi seluruh anggota TPID sangat penting untuk memastikan pasokan pangan tetap tersedia dan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat dapat terkendali sesuai sasaran inflasi nasional,” tegasnya.(tin/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button