Nasional

BGN Klaim Anggaran Hanya Rp268 Triliun, Bantah Isu Dana Rp335 Triliun

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana (Foto: Dok BGN)

Editorialkaltim.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan besaran anggaran resmi yang diterima hanya Rp268 triliun. Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya informasi yang menyebut angka Rp335 triliun di tengah publik.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa angka Rp268 triliun merupakan alokasi sah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menyebut informasi lain yang menyebut angka lebih besar tidak tepat.

“Anggaran resmi BGN sebesar dua ratus enam puluh delapan triliun rupiah sesuai APBN, bukan tiga ratus tiga puluh lima triliun,” tegasnya, Senin (30/3/2026).

Baca  Menhub Usulkan Pembayaran THR Lebih Awal, Antisipasi Mudik Lebaran 2025

Dadan menjelaskan, angka Rp335 triliun yang ramai dibicarakan sebenarnya merupakan total yang mencakup dana cadangan. Dana tambahan tersebut berasal dari pos standby Bendahara Umum Negara senilai Rp67 triliun yang bersifat cadangan kebijakan pemerintah.

Ia menilai pentingnya pelurusan informasi agar tidak menimbulkan persepsi keliru terkait pengelolaan anggaran negara, khususnya dalam program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Angka tiga ratus tiga puluh lima triliun termasuk dana cadangan enam puluh tujuh triliun, bukan anggaran utama yang dikelola BGN,” ujarnya.

Baca  Daftar Wilayah Terdampak Potensi Cuaca Ekstrim Sulsel hingga 16 Februari 2023

Menurutnya, dari total Rp268 triliun, mayoritas anggaran langsung dialokasikan untuk program MBG. Skema ini dirancang agar manfaat bisa dirasakan masyarakat secara luas, terutama dalam pemenuhan kebutuhan gizi.

Selain itu, penggunaan anggaran juga diarahkan untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program di berbagai daerah.

“Mayoritas anggaran kami langsung disalurkan untuk program makan bergizi gratis agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” katanya.

Dadan menambahkan, pengelolaan anggaran dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Hal ini penting guna menjaga kepercayaan publik serta memastikan program berjalan efektif.

Baca  Materi ‘Mens Rea’, Pandji Pragiwaksono Dipolisikan

Ia juga menegaskan bahwa fokus utama BGN bukan sekadar penyerapan anggaran, melainkan memastikan setiap rupiah memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Dengan klarifikasi ini, BGN berharap tidak ada lagi kesalahpahaman terkait besaran anggaran yang dikelola lembaga tersebut. Pemerintah disebut terus berupaya menjaga keterbukaan informasi sekaligus memastikan program berjalan sesuai tujuan awal.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button