KaltimSamarinda

Aksi 21 April Menguat, Aliansi Siapkan Ribuan Massa Kepung DPRD dan Kantor Gubernur Kaltim

Koordinator Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim (tengah) Erly Sopiansyah (Foto: Editorialkaltim)

Editorialkaltim.com – Gelombang protes terhadap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dipastikan memuncak. Aliansi lintas organisasi mengagendakan aksi demonstrasi besar pada 21 April 2026 dengan melibatkan ribuan massa dari berbagai elemen.

Dua titik utama bakal menjadi pusat aksi, yakni Kantor DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim. Sejumlah tuntutan disiapkan, termasuk desakan menghentikan dugaan praktik nepotisme hingga permintaan pencopotan Gubernur Kaltim.

Koordinator Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim Erly Sopiansyah mengatakan, konsolidasi terus dilakukan untuk memastikan aksi berjalan maksimal. Sejumlah posko telah dibentuk sebagai pusat komunikasi dan penguatan massa.

Baca  Markaca Desak Tindakan Tegas Terhadap Pencurian Kabel LPJU di Samarinda

“Persiapan terus kami lakukan, posko sudah berdiri dan koordinasi antar elemen diperkuat untuk memastikan aksi berjalan besar,” katanya Sabtu (11/4/2026) di Samarinda.

Menurut Erly, aksi tersebut lahir dari akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap arah kebijakan pemerintah daerah. Ia menilai sejumlah kebijakan tidak menyentuh kebutuhan publik bahkan memicu perdebatan di tengah masyarakat.

Ia menegaskan, isu nepotisme menjadi sorotan utama dalam aksi tersebut. Praktik tersebut dinilai berpotensi menciptakan ketimpangan dalam pemerintahan serta membuka peluang penyalahgunaan kekuasaan.

Baca  Nursobah Berharap Sarana Pendidikan yang Rusak Segera Diperbaiki

“Fokus utama kami adalah menghentikan nepotisme karena praktik itu merusak sistem pemerintahan dan memicu berbagai persoalan serius di daerah,” ujarnya.

Panitia mencatat lebih dari 4.000 orang telah menyatakan siap turun ke jalan. Massa berasal dari kalangan mahasiswa, pekerja, organisasi masyarakat hingga komunitas ojek online yang ikut menyuarakan aspirasi.

Keterlibatan pengemudi ojek online tidak lepas dari kondisi ekonomi yang dirasakan saat ini. Penurunan pendapatan akibat daya beli masyarakat melemah menjadi salah satu alasan mereka ikut dalam aksi.

Baca  Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Kaltim Rayakan Ulang Tahun ke-42 dengan Serangkaian Acara Kesehatan

Erly menambahkan, aksi dirancang tetap kondusif dengan mengedepankan penyampaian aspirasi secara terbuka. Ia berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap tuntutan yang disampaikan.

“Harapan kami pemerintah segera merespons tuntutan masyarakat ini dengan langkah konkret agar kepercayaan publik terhadap pemerintahan dapat dipulihkan kembali,” tutupnya.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button