KaltimSamarinda

Dinkes Samarinda Lakukan Skrining TBC, Jangkau 26 Puskesmas di 10 Kecamatan

Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih (Foto: Editorialkaltim/doc)

Editorialkaltim.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda melakukan skrining tuberkulosis (TBC) sejak Agustus hingga November 2026. Kegiatan ini merupakan upaya percepatan penemuan kasus TBC agar masyarakat yang terindikasi terinfeksi dapat segera memperoleh penanganan medis.

Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan kegiatan tersebut menjangkau 10 kecamatan melalui wilayah kerja 26 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap masyarakat yang diduga terinfeksi TBC agar dapat segera menjalani pemeriksaan lanjutan.

Baca  Logo MTQ Tingkat Nasional 2024 di Kaltim Resmi Diluncurkan

“Hampir tiga bulan terakhir kita melakukan percepatan skrining. Sejauh ini, dari 239 lokus, sudah hampir 60 persen atau 137 lokus yang kita kerjakan,” ungkap Ismed kepada awak media, Senin (19/10/2026).

Ismed menjelaskan, sebanyak 10.943 orang telah menjalani pemeriksaan selama pelaksanaan skrining. Dari jumlah tersebut, petugas menemukan 1.087 orang yang diduga terinfeksi TBC.

Masyarakat yang menunjukkan indikasi penyakit tersebut juga menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan sinar-X (X-ray) untuk membantu memastikan kondisi kesehatannya.

Menurut Ismed, percepatan skrining bertujuan menemukan kasus TBC sedini mungkin agar pasien dapat segera memperoleh pengobatan. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penyakit berkembang menjadi lebih parah dan menimbulkan komplikasi.

Baca  PWI Kaltim Sentil Kepala Daerah, Komitmen terhadap Pers Diuji di Tengah Gempuran Digital

“Kalau kita cepat melakukan skrining terhadap yang terduga, kita cepat melakukan pengobatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penanggulangan TBC membutuhkan langkah menyeluruh, mulai dari promosi kesehatan, pencegahan, hingga penemuan kasus secara aktif.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memperluas pelaksanaan skrining agar seluruh lokus yang menjadi sasaran dapat dijangkau.

Ismed juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC. Deteksi dini menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mencegah penularan penyakit.

Baca  Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik Tekankan OJK Kaltimtara Perkuat Pengawasan Sektor Keuangan

“TBC ini kalau dideteksi dini dan kita obati secara cepat, insyaallah kita sembuh. Pengobatan TB ini juga gratis,” tutupnya. (ADV)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button