Penajam Paser Utara

Pemkab PPU Dorong Pembenahan Kawasan UMKM Taman Alun-Alun

Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin dalam pertemuan bersama pelaku UMKM Taman Alun-Alun (Ist)

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong kawasan Taman Alun-Alun dikembangkan menjadi ruang usaha yang lebih tertata, nyaman dan memiliki daya tarik bagi masyarakat. Pembenahan tersebut dinilai penting agar keberadaan kawasan benar-benar mampu memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM yang menggantungkan pendapatan dari aktivitas perdagangan di lokasi tersebut.

Dorongan itu disampaikan Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin dalam pertemuan bersama pelaku UMKM Taman Alun-Alun yang membahas berbagai persoalan pengelolaan kawasan. Sejumlah hal menjadi perhatian, mulai dari pengelolaan lapak, fasilitas listrik hingga rencana pemanfaatan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk mendukung aktivitas UMKM.

Baca  Pemkab PPU Ajak GAMKI Jadi Mitra Jaga Kerukunan dan Toleransi di Tengah Keberagaman

Abdul Waris menilai persoalan internal yang terjadi di lingkungan Himpunan UMKM Taman Alun-Alun (HUTA) perlu segera diselesaikan. Menurutnya, energi para pedagang sebaiknya diarahkan pada pengembangan usaha dan upaya meningkatkan jumlah pengunjung.

“Persoalan yang ada sebaiknya diselesaikan bersama dan jangan sampai membuat pelaku UMKM terpecah. Fokus kita seharusnya bagaimana kawasan ini semakin ramai, pembeli merasa nyaman, dan pendapatan para pedagang ikut meningkat,” ujar Abdul Waris.

Menurutnya, kenyamanan kawasan menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi minat masyarakat untuk datang dan berbelanja. Karena itu, kebersihan, penataan lapak hingga fasilitas pendukung perlu menjadi perhatian bersama antara pemerintah dan para pelaku usaha.

Baca  Jembatan Pelabuhan Speedboat Penajam Rusak, Pemprov Siapkan Rp400 Juta

Selain pembenahan kawasan, Abdul Waris meminta pelaku UMKM tidak hanya mengandalkan pola usaha yang selama ini telah berjalan. Inovasi produk maupun cara menarik konsumen perlu terus dikembangkan agar setiap pedagang memiliki keunggulan dan mampu mengikuti perubahan selera masyarakat.

“Produk yang ditawarkan perlu memiliki daya tarik. Kalau ada inovasi dan sesuatu yang berbeda, tentu peluang masyarakat untuk datang dan membeli juga semakin besar. Jadi bukan hanya tempatnya yang dibenahi, usahanya juga harus terus berkembang,” katanya.

Pemkab PPU menyatakan siap memfasilitasi penyelesaian sejumlah kendala yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan. Persoalan listrik, lapak hingga rencana pemanfaatan RTH menjadi bagian yang akan dikoordinasikan agar aktivitas perdagangan dapat berjalan lebih baik.

Baca  Pemkab PPU Buka Ruang Pengawasan Publik, Warga Bisa Laporkan Masalah Pembangunan lewat SP4N-LAPOR!

Abdul Waris juga mengingatkan bahwa keberhasilan kawasan UMKM membutuhkan komitmen dari para pedagang sendiri. Kekompakan dinilai menjadi modal penting karena pengembangan kawasan tidak akan optimal apabila masih terdapat persoalan internal yang menghambat pengelolaan bersama.

Melalui pembenahan tersebut, Pemkab PPU berharap Taman Alun-Alun tidak hanya menjadi lokasi berjualan, tetapi berkembang sebagai ruang publik sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Kawasan yang lebih tertata dan nyaman diharapkan mampu meningkatkan kunjungan sekaligus membuka peluang pendapatan yang lebih baik bagi pelaku UMKM. (Adv/Rir)

Related Articles

Back to top button