
Editorialkaltim.com – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, meminta Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia (PERDESTI) Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara) menjadi wadah konsolidasi bagi para dokter, terutama untuk bertukar ilmu, berbagi pengalaman, serta mengembangkan kompetensi di bidang kedokteran estetika.
Ia menilai keberadaan PERDESTI Wilayah Kaltim-Kaltara tidak sekadar mampu memperkuat koordinasi antarprofesi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pelayanan kedokteran estetika serta membangun sinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan para pemangku kepentingan terkait.
“Peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga medis merupakan hal penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan sesuai dengan standar yang berlaku,” ucapnya saat pelantikan pengurus PERDESTI Wilayah Kaltim-Kaltara di Ruang Pertemuan Groovy 1, Hotel HARRIS Samarinda, Sabtu (17/10/2026).
“Atas nama Pemkot Samarinda, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada ketua dan seluruh pengurus PERDESTI Kaltim-Kaltara. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme,” sambung Saefuddin Zuhri.
Sebagai informasi, acara pelantikan tersebut turut dihadiri pengurus pusat PERDESTI, dr. Hendri Hartono; anggota Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda, Nurhasanah dan Suwar; perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda; serta perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Samarinda.
Dalam sambutannya, dr. Hendri Hartono selaku pengurus pusat PERDESTI menyampaikan cikal bakal organisasi tersebut bermula pada 2006.
“Pembentukannya dilatarbelakangi keprihatinan sejumlah dokter umum terhadap maraknya tindakan estetika yang dilakukan tanpa kompetensi medis yang memadai, termasuk praktik penyuntikan yang tidak tepat dan berpotensi membahayakan masyarakat,” ungkapnya.
Berangkat dari kondisi tersebut, sejumlah dokter mulai memperdalam ilmu kedokteran estetika di luar negeri, kemudian membawa pengetahuan dan perkembangan ilmu tersebut ke Indonesia. Surabaya menjadi salah satu kota yang turut berperan dalam perkembangan awal kedokteran estetika di Tanah Air.
“Pada saat itu, kami ingin menghadirkan pelayanan kedokteran estetika yang lebih aman, profesional, dan mampu memberikan kepuasan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Perkembangan tersebut kemudian melahirkan asosiasi dokter estetika yang selanjutnya berkembang menjadi PERDESTI.
“Hingga saat ini, kami telah memiliki sekitar 10 ribu anggota,” tambah Hendri Hartono. (ADV)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



