
Editorialkaltim.com – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mendorong kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) untuk mengambil peran lebih aktif dalam proses pengambilan kebijakan publik.
Menurutnya, perjuangan untuk membawa perubahan tidak cukup hanya melalui demonstrasi dan orasi, tetapi juga perlu dilakukan melalui keterlibatan langsung dalam ruang-ruang pengambilan keputusan.
Pesan tersebut disampaikan Andi Harun saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Samarinda dan PC Kopri PMII Kota Samarinda di Teras Kota Samarinda, Sabtu (17/10/2026) malam.
Ia menegaskan, keterlibatan mahasiswa dalam proses pemerintahan tidak boleh menghilangkan independensi organisasi maupun keberanian untuk mengkritisi kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.
Andi Harun menekankan, hubungan baik antara pemerintah dan organisasi mahasiswa bukan berarti gerakan mahasiswa harus tunduk pada kepentingan kekuasaan.
Sebaliknya, PMII diharapkan tetap menjadi kekuatan moral dan intelektual yang mampu mengingatkan pemerintah ketika terdapat kebijakan yang tidak tepat.
“Saya secara terbuka mempersilakan PMII menyampaikan kritik, termasuk melalui demonstrasi, apabila menemukan kebijakan yang keliru,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga ruang dialog sebagai bagian dari upaya memperbaiki kebijakan publik.
Menurutnya, kritik dan demonstrasi merupakan bagian dari demokrasi. Namun, keduanya harus diimbangi dengan keterbukaan untuk berdiskusi serta menguji berbagai pandangan secara objektif.
“Demo wali kota jika ada kebijakan yang salah dan keliru, tapi jangan pernah menutup diri untuk berdialog,” tutup Andi Harun. (ADV)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



