KaltimPenajam Paser Utara

Tiga Bulan Karhutla Berlanjut, BPBD PPU Andalkan Embung Terdekat

Petugas melakukan pemadaman karhutla di PPU (Foto: doc. BPBD PPU)

Editorialkaltim.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menghadapi tantangan ketersediaan air di tengah kondisi cuaca El Niño yang masih berlanjut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU mengandalkan sumber air terdekat dari lokasi kebakaran untuk memenuhi kebutuhan pemadaman.

Kepala BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila, menyebutkan pengambilan air disesuaikan dengan lokasi sumber air di sekitar area kebakaran. Sejumlah embung telah dimanfaatkan sebagai sumber air alternatif untuk mendukung proses pemadaman di wilayah terdampak.

“Untuk ketersediaan air di pemadaman itu, ya, lihat lokasinya, mana yang terdekat. Kayak misalnya di Penajam ini, di Lawe-Lawe kah, di Petung kah, di mana yang terdekat yang kita ambil,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (12/10/2026).

Baca  DPRD Kaltim Masih Tunggu Surat PAW Kamaruddin Ibrahim dari NasDem

Ia menyebutkan beberapa sumber air yang telah dimanfaatkan, seperti embung di belakang kantor BPBD, belakang gudang aset, hingga kawasan Perkim. Petugas mempertimbangkan kondisi di sekitar lokasi kejadian untuk menentukan sumber air yang dapat dijangkau.

“Misalnya ada embung di belakang BPBD, ada embung di belakang gudang aset, ada di Perkim. Jadi, kita lihat saja kondisinya, mana yang dekat,” jelasnya.

Namun, kondisi kekeringan turut memengaruhi ketersediaan air yang dibutuhkan untuk pemadaman. Situasi tersebut menjadi kendala tersendiri ketika petugas harus menangani kebakaran, sementara sumber air di sekitar lokasi juga mengalami kekeringan.

“Pasti jadi kendala di tengah kekeringan. Sudah yang dibutuhkan air, yang kering air. Cuma, ya, itulah, semua dihadapi per hari, per kejadian,” ungkapnya.

Baca  Wagub Kaltim Ungkap Visi Besar Lahirnya Program Gratispol

Nurlaila menyebutkan penanganan karhutla di PPU telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan. Ia mengatakan petugas terus berupaya memastikan setiap kejadian mendapat penanganan secara tanggap, meskipun rangkaian penanganan tersebut membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

“Kasusnya bahkan panjang, tiga bulan lebih sudah kami di lapangan. Memastikan tidak ada kejadian-kejadian yang tidak tertangani. Jarang sekali istirahat,” lanjutnya.

Ia menilai koordinasi dan kolaborasi antarpersonel menjadi hal penting dalam menghadapi setiap kebakaran. Menurutnya, upaya penanganan tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi juga memerlukan keterlibatan seluruh tim yang bekerja langsung di lapangan.

Baca  DPRD Kaltim Sepakat Piutang Rp 280 M KPC Ditagih, Tapi Wanti-Wanti Regulasi

“Yang penting niatnya dulu, effort-nya dulu, upayanya dulu, kolaborasi lapangan yang benar-benar saya apresiasi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla. Menurutnya, dedikasi tim di lapangan sangat berarti dalam menghadapi kejadian yang membutuhkan kesiapsiagaan secara berkelanjutan.

“Alhamdulillah, dengan rahmat Allah dan kuasa Allah, atas izin Allah, saya berterima kasih kepada seluruh tim yang bertugas di lapangan. Dedikasinya, effort-nya benar-benar sangat luar biasa,” pungkasnya. (ta/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button