
Editorialkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berencana menambah alat berat berupa ekskavator pada 2027 untuk mengoptimalkan pemeliharaan fasilitas pengendalian banjir. Langkah ini dilakukan menyusul kondisi Polder Gang Indra yang dipenuhi gulma dan membutuhkan penanganan berkelanjutan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan, penambahan alat berat menjadi salah satu kebutuhan mendesak untuk mendukung pemeliharaan infrastruktur pengendalian banjir. Namun, realisasinya tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
“Rencana tahun depan, kalau dana kita cukup, kita akan menambah alat mekanis seperti ekskavator yang teman-teman lihat hari ini. Sekarang kita hanya punya satu atau dua unit, sementara kebutuhan kita masih banyak,” ujar Andi Harun saat ditemui awak media di Balai Kota Samarinda, Rabu (14/10/2026).
Rencana tersebut disampaikan setelah Andi meninjau kondisi Polder Gang Indra, Selasa (13/10/2026). Dalam kunjungannya, ia melihat langsung pertumbuhan gulma yang memenuhi kawasan polder sekaligus memastikan kegiatan pemeliharaan tetap berjalan.
Polder Gang Indra memiliki luas hampir dua hektare dan menjadi salah satu fasilitas penting dalam sistem pengendalian banjir di Samarinda. Namun, pertumbuhan gulma yang cukup cepat serta kondisi polder yang mengering saat musim kemarau menjadi tantangan tersendiri.
Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda telah mengerahkan sekitar 30 personel untuk membersihkan gulma di kawasan tersebut pekan lalu.
Meski pembersihan telah dilakukan, Andi menilai penanganan gulma tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan sesekali. Menurutnya, pertumbuhan tanaman liar berpotensi kembali terjadi sehingga diperlukan pemeliharaan secara rutin.
“Pasti akan tetap ada. Karena itu, pemeliharaannya harus berkelanjutan,” katanya.
Andi menegaskan, pemeliharaan fasilitas pengendalian banjir membutuhkan dukungan tenaga kerja, anggaran, serta peralatan yang memadai. Karena itu, penambahan ekskavator diharapkan dapat mempercepat proses pembersihan sekaligus meningkatkan efektivitas pekerjaan di lapangan.
Selain mengandalkan anggaran daerah, Pemkot Samarinda juga membuka peluang kerja sama dengan dunia usaha melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Andi berharap perusahaan yang beroperasi di Samarinda, mulai dari sektor galangan kapal, industri, hingga pertambangan batu bara, dapat berkontribusi dalam mendukung pemeliharaan infrastruktur pengendalian banjir.
Bentuk dukungan tersebut dapat berupa penyediaan alat berat maupun bantuan lain yang menunjang kegiatan pemeliharaan polder.
“Harapannya, perusahaan-perusahaan di Samarinda bisa bersama-sama memberikan CSR, misalnya dalam bentuk alat berat seperti ini. Mudah-mudahan ada yang tergerak untuk membantu,” tutupnya. (ADV)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



