KaltimKukar

Bupati Kukar Usul Pembangkit Listrik Dibangun Dekat Tambang, Tak Mau Cuma Terima Royalti

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri. (Foto: Editorialkaltim/Ridho)

Editorialkaltim.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mendorong pemerintah daerah terlibat langsung dalam industri energi, khususnya sektor pertambangan batu bara dan pembangkit listrik. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah sekaligus mengurangi dampak kerusakan lingkungan.

Aulia mengatakan, selama ini daerah masih bergantung pada penerimaan dana bagi hasil (DBH) dan royalti pertambangan. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam menentukan kebijakan strategis ketika industri energi mengalami perubahan.

“Kalau kita ingin merasakan dampak langsung dari aktivitas industri energi, baik secara langsung maupun melalui pemanfaatannya untuk kesejahteraan masyarakat, kita harus menjadi pelaku,” ujar Aulia, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Aulia, daerah perlu mendapat kesempatan lebih besar untuk mengelola potensi sumber daya alamnya. Salah satunya melalui pemberian konsesi pertambangan dari pemerintah pusat agar daerah tidak sekadar menjadi penerima pendapatan.

Baca  Pemprov Kaltim Terima 3.427 Mahasiswa KKN Unmul Angkatan 51

Ia menilai keterlibatan langsung dalam industri energi dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pertambangan terhadap pembangunan daerah.

Selain menyoroti kemandirian ekonomi, Aulia mengusulkan pembangunan pembangkit listrik di sekitar kawasan pertambangan batu bara. Usulan ini muncul sebagai upaya mengurangi aktivitas pengangkutan batu bara jarak jauh yang berpotensi merusak lingkungan.

Menurutnya, distribusi batu bara dari lokasi tambang menuju pembangkit listrik yang berada jauh dari sumber bahan baku turut memberikan tekanan terhadap ekosistem sungai dan pesisir di Kukar.

Baca  Kaltim Sumbang Energi Nasional tapi Manfaat ke Daerah Minim

“Kami punya ekosistem pesisir yang terganggu, begitu juga ekosistem sungai. Karena itu, sebaiknya kita membangun pembangkit listrik di dekat tambang. Jadi, bukan batu baranya yang kita bawa keluar, melainkan listriknya,” katanya.

Aulia menjelaskan, pembangunan pembangkit listrik di dekat tambang memungkinkan batu bara dimanfaatkan langsung sebagai bahan baku energi tanpa harus diangkut ke lokasi yang jauh.

Dengan skema tersebut, energi listrik yang dihasilkan dapat disalurkan ke berbagai wilayah. Sementara itu, aktivitas pengangkutan batu bara diharapkan berkurang sehingga dampak terhadap lingkungan dapat ditekan.

Aulia menegaskan, daerah harus mulai mengambil peran lebih besar dalam rantai industri energi. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam semestinya mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat setempat.

Baca  Bupati Kukar Edi Damansyah Berikan Bantuan Sembako kepada Juru Parkir Jelang Idul Fitri

“Kalau kita ingin berdaulat dan berdiri di atas kaki sendiri, satu-satunya jalan adalah menjadi pelaku dari industri energi itu sendiri,” tegasnya.

Melalui gagasan tersebut, Pemkab Kukar berharap pemerintah pusat memberikan ruang lebih luas bagi daerah untuk terlibat dalam pengelolaan industri energi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ekonomi daerah, dan mengurangi dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan. (dhn/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button