KaltimSamarinda

Wali Kota Samarinda Sebut Hotel dan Restoran Sumbang Peningkatan PAD

Wali Kota Samarinda Andi Harun saat memberi sambutan dalam Pelantikan Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Samarinda Periode 2026-2031 di Hotel Five Primier Samarinda (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Wali Kota Samarinda Andi Harun menyebut sektor perhotelan dan restoran masih menjadi salah satu penopang penting pendapatan asli daerah (PAD) Kota Samarinda. Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda, kedua sektor tersebut menyumbang sekitar Rp209 miliar terhadap PAD sepanjang 2025.

“Data yang disampaikan Bapenda, dari sektor hotel dan restoran Rp209 miliar di tahun 2025,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam Pelantikan Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Samarinda Periode 2026-2031 di Hotel Five Premier Samarinda, Rabu (7/10/2026).

Andi mengatakan kontribusi sektor hotel dan restoran tahun ini cenderung mengalami penurunan. Hingga September 2026, realisasi pendapatan dari kedua sektor tersebut tercatat sekitar Rp166 miliar.

Baca  RSUD AM Parikesit Tingkatkan Layanan Hemodialisis, Dinkes Kaltim Gelar Visitasi

“Tahun ini cenderung menurun. September kita Rp166 miliar. Kita tinggal tiga bulan. Ada tingkat hunian hotel yang juga menurun,” katanya.

Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Pemerintah melakukan pemangkasan sejumlah belanja yang dinilai tidak termasuk kebutuhan wajib atau mandatory spending.

Efisiensi tersebut turut mengurangi perjalanan dinas dan kegiatan seremonial pemerintah yang selama ini memberikan dampak terhadap aktivitas sektor perhotelan. Terlebih, APBD Kota Samarinda mengalami penyesuaian dari sekitar Rp5,8 triliun menjadi Rp3,4 triliun.

Baca  Kasus HIV di Kaltim Tembus 1.000 per Tahun, DPRD Dorong Perda Khusus

“Angka ini menyebabkan pemangkasan di seremoni dan perjalanan dinas. Saya tidak akan izinkan berangkat kalau tidak emergency,” tegasnya.

Meski demikian, Andi menilai posisi Samarinda sebagai salah satu daerah penghubung atau hub di Kalimantan Timur memberikan keuntungan tersendiri bagi industri perhotelan dan restoran. Lokasi strategis membuat Samarinda menjadi tempat persinggahan masyarakat yang melakukan perjalanan menuju berbagai daerah di Kaltim.

“Untungnya Samarinda menjadi hub, sehingga orang-orang menginap di Samarinda. Kita bisa bayangkan daerah yang tidak menjadi hub. Maka pendapatan hotel dan restoran bisa lebih turun dari Samarinda,” jelasnya.

Baca  Kurangi Ketergantungan Beras di Samarinda Dinas Ketanpangtani Dorong Konsumsi Bahan Pangan Lokal

Andi menegaskan sektor perhotelan menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Samarinda. Ia berharap kepengurusan baru PHRI Samarinda mampu ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Untuk itu kita harus saling memberikan dukungan. Selain itu memberikan ruang yang memadai di sektor perhotelan,” pungkasnya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button