Rektor Baru Unmul Segera Minta Pendampingan Kemendiktisaintek Benahi Tata Kelola

Editorialkaltim.com – Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) terpilih periode 2026–2030, Prof. Rudianto Amirta, akan meminta pendampingan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk mempercepat pembenahan tata kelola kampus. Langkah itu disiapkan menjelang peralihan kepemimpinan yang dijadwalkan berlangsung akhir Oktober 2026.
Rudianto mengatakan pendampingan kementerian diperlukan agar penataan sejumlah sektor strategis dapat segera dilakukan setelah dirinya resmi memimpin Unmul. Pembenahan tersebut mencakup tata kelola, keuangan, hingga pengelolaan sumber daya.
“Saya akan meminta pendampingan dari kementerian untuk memperbaiki tata kelola yang ada, kemudian tata keuangan yang ada, tata sumber daya yang ada dan beberapa hal yang memang menjadi standar dari sebuah perguruan tinggi berjalan,” ujarnya dalam konferensi pers bersama awak media melalui Zoom Meeting, Jumat (2/10/2026).
Menurut Rudianto, percepatan pembenahan tidak harus sepenuhnya mengandalkan sumber daya internal kampus. Dukungan dan pendampingan kementerian dinilai dapat memangkas sejumlah tahapan yang tidak efektif.
Terlebih, Unmul kini telah memasuki triwulan terakhir 2026 dengan berbagai kewajiban pelaporan dan evaluasi program. Rencana pelantikan pada akhir Oktober juga membuat persiapan transisi kepemimpinan perlu dilakukan sejak awal.
“Karena saya butuh speed up, maka saya ingin memutus shortcut atau tahapan-tahapan yang tidak perlu, yang tidak efektif, dengan langsung mendapatkan bimbingan dan dukungan dari kementerian untuk melakukan percepatan pembenahan. Karena di kita ini ternyata banyak sekali yang perlu dibenahi, terutama tata kelola,” jelasnya.
Selain tata kelola, Rudianto menempatkan harmonisasi internal sebagai salah satu agenda awal kepemimpinannya. Ia ingin seluruh elemen kampus kembali bersatu setelah proses pemilihan rektor berakhir.
“Ya, tidak ada lagi orangnya Rudi, tidak ada lagi orangnya siapa Fahrul, tidak ada orangnya Abdunnur. Semuanya sudah satu, orang Unmul yang kemudian harus sama-sama berkomitmen membangun. Demikian juga pihak mahasiswa,” tegasnya.
Evaluasi berbagai program juga masuk agenda 100 hari pertama Rudianto. Langkah tersebut diperlukan karena dirinya akan mengambil alih kepemimpinan ketika Unmul berada di penghujung pelaksanaan program empat tahunan sebelumnya.
Ia berencana meninjau pelaksanaan program yang telah berjalan sekaligus mengidentifikasi bagian yang masih membutuhkan perbaikan. Audit ulang sejumlah program juga akan dilakukan sebagai bagian dari penataan institusi.
Rudianto berharap proses transisi kepemimpinan dapat berlangsung efektif sehingga pembenahan tata kelola sekaligus pelaksanaan program Unmul periode 2026–2030 bisa segera berjalan. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



